Empat Anggota FPI Klaten Menjalani Persidangan

Mulat Trihartanto, Saksi Beragama Kristen Bela Empat Anggota FPI Klaten, Harusnya Diapresiasi Bukan Ditangkap

KARMET NEWS, 24/04/2018 – Pengadilan Negeri Klaten kembali menggelar sidang terhadap empat anggota Front Pembela Islam (FPI) Klaten, Jawa Tengah. Agenda sidang kesepuluh ini mendengarkan keterangan saksi, pada Senin (23/4).

Saksi yang dihadirkan merupakan warga di lingkungan Hotel Srikandi, yang melaporkan terdakwa atas perlakuan tidak menyenangkan karena merazia perzinahan di hotel tersebut. Menariknya, salah satu saksi yang di hadirkan adalah non-Muslim.

Adalah Mulat Trihartanto, warga Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan. Pria beragama Kristen mengatakan di hadapan persidangan bahwa seharusnya keempat anggota FPI tersebut mendapatkan apresiasi karena telah meredakan suasana yang menurut warga sekitar Hotel Srikandi meresahkan, bukan malah mendapat hukuman.

Ia melanjutkan, hotel tersebut kerap menjadi tempat untuk berbuat mesum pasangan tidak sah. Hal tersebut, katanya, terlihat dari tamu hotel yang banyak singgah namun hanya sebentar masuk kemudian keluar lagi.

“Banyak yang masuk tapi sebentar-sebentar, masak masuk hotel cuma buat istirahat tidur-tiduran tok nggak nginap? Yang masuk juga sepertinya bukan suami istri,” ungkapnya.

“Saya iseng-iseng pernah ngintip, mereka itu melakukan hubungan suami Istri,” ceritanya.

Dia menambahkan, banyak warga yang tidak senang dengan adanya hotel tersebut. Awalnya hotel tersebut beroperasi dengan normal, menerima tamu yang sudah sah menikah dan tidak ada tanda-tanda sebagai tempat asusila. Namun, kelamaan masyarakat merasa ada yang janggal dengan adanya penyalahgunaan hotel sebagai tempat asusila.

“Banyak dari warga yang meresahkan adanya Hotel Srikandi, dulu awalnya normal hotel biasa. Tapi kelamaan kok warga merasa ada yang janggal dari hotel itu,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa tindakan asusila tersebut di agamanya dilarang. Bukan hanya tidak baik di mata manusia, melainkan juga buruk di mata Tuhan.

“Saya Kristen, di agama kami pun perbuatan seperti itu dilarang di agama kami,” ungkapnya.

Baca Juga :

Novel Bamukmin : Kasus Ahmad Dhani Adalah Bentuk Kriminalisasi Terhadap Aktifis Islam

Penangkapan terhadap empat anggota FPI Klaten itu terjadi pada akhir 2017 lalu saat mereka bersama ormas Islam lainnya menggelar aksi monitoring geng motor di pusat kota Klaten yang saat itu meresahkan. Mereka ditangkap atas laporan pihak Hotel Srikandi mengenai perbuatan tidak menyenangkan.

Keempat anggota laskar Islam itu beberapa hari sebelumnya mensweping Hotel Srikandi setelah banyaknya laporan masyarakat terjadi praktek mesum di penginapan tersebut. Terbukti, sedikitnya enam pasangan mesum diamankan.(Zar)

 

 

sumber : kiblat.net

Baca Juga!

Tugas Gubernur Bukan Hanya Menjaga Keamanan! GPII Karawang dan Jabar Menolak Pati Aktif Rangkap Jabatan di Pemerintahan

KARMET NEWS – Konstelasi politik di Jawa Barat (Jabar) bisa dianggap barometer politik nasional. Bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *