Merasa Tak Digubris Oleh Pemkab Karawang, Ummat Islam Yang Tergabung Dalam ASPIKA Jum’at Adakan Aksi Besar

KARMET NEWS – Banyaknya Tempat Hiburan Malam (THM) di Karawang menjadi sorotan ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) termasuk didalamnya tentang perkara peredaran miras yang tidak terkontrol. Selama ini berbagai upaya telah ditempuh oleh ASPIKA untuk menyelesikan masalah ini. Hearing dengan pemda sudah mereka lakukan, mengirim surat untuk Audensi tidak ditanggapi, melakukan pencegahan dan sosialisasi berupa himbuan dan monitoring tempat maksiat dan penjual miras sudah mereka lakukan. Akan tetapi, Pemkab Karawang dan Aparat yang berwenang dalam masalah ini seolah-olah mandul dan tutup mata, ditambah dengan alasan payung hukum untuk penegakan masalah ini menurut mereka dirasa kurang kuat.

Menyikapi masalah demikian ASPIKA berencana akan mengelar Aksi Damai besar-besaran menuntut kepada Pemkab Karawang untuk menuntut diterbitkannya Perda Anti Maksiat dan Miras, pada Jum’at (20/04).

Dan release surat pemberitahuan dari ASPIKA terkait aksi damai tersebut kami terima pada Selasa, (16/04). Dalam surat tersebut termuat tanda tangan dari setiap Ketua masing-masing ormas yang tergabung dalam ASPIKA yang akan mengikuti aksi serentak pada jum’at (20/04) nanti.

Baca Juga :

Mendekati Bulan Suci Ramadhan LPI dan FPI Karawang Berikan Himbuan dan Peringatan Pada THM, Membandel Akan Ditindak Tegas!

Jum’at ASPIKA Demo Kantor Pemkab Karawang, Tuntut Perda Anti Maksiat dan Miras

Dan berikut adalah tanggapan perwakilan ASPIKA Irwan Taopik terkait masalah demo hari Jum’at untuk mendesak Pemkab Karawang bertindak tegas dengan mengeluarkan aturan khusus terkait perkara tersebut.

“Setelah melalui pembahasan kami dari Aliansi Pergerakan Islam Karawang (ASPIKA), akan menggelar Aksi Damai untuk mendesak Bupati dan Ketua DPRD Kab Karawang terkait masalah Minuman Keras dan Tindakan kemaksiatan lainya (THM). Kami menuntut produk hukum (Perda) terkait masalah ini. Perlu kami sampaikan dalam kesempatan ini,  aksi kami ini digelar bukan tanpa alasan, sebelumnya kami dari ASPIKA sudah melakukan hearing, melayangkan surat permohonan Audiensi, baik kepada Bupati maupun Ketua DPRD namun tidak ada kepastian dan jawaban! Dalam sisi lain, perilaku tindak kemaksiatan dan tempat hiburan malam di Karawang sudah pada taraf yang sangat mengkhwatirkan. Kami tidak ingin, banyaknya korban miras oplosan yang menelan puluhan nyawa ahkir-ahkir ini terjadi juga di Karawang. Ditambah lagi dengan adanya budaya pergaulan bebas dan prilaku sex menyimbang LGBT yang sudah sangat meresahkan. Dan sebentar lagi kita akan menyambut datanya bulan Suci Ramadhan maka hal ini sangat mendesak untuk kami sampaikan ke mereka,” terang Irwan Taopik, Selasa (17/04).

Adapun pokok-pokok dari tuntutan kami adalah sebagai berikut, dan kenapa hal ini perlu kami lakukan karena untuk menyelamatkan generasi muda Karawang dan masa depanya. Maka dengan ini kami menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Terbitkan Perbup khusus tentang Miras dan Pelarangan tempat kemaksiatan
  2. Tegakan Hukum, tertibkan para penjual Miras dan Penyedia Tempat dan Jasa Praktek Kemaksiatan lainya
  3. Selama Bulan Ramadhan dan seterusnya tutup tempat maksiat sehingga tidak menodai bulan suci ramadhan dan kami ummat islam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
  4. Bilamana Hukum tidak ditegakan, Miras dibiarkan dan tempat maksiat diabaikan, Maka kami ASPIKA beserta Ummat Islam Karawang akan bertindak dengan tegas!

Demikian pernyataan ini kami sampaikan, Jazzakalloh fii khoir. Wasalam

Kita tentu berharap agar para pemangku kebijakan, penegak aturan dan pemilik kewenangan dalam hal ini Pemkab Karawang mendegar aspirasi dari ummat Islam Karawang tersebut, pungkasnya.(Ns)

Baca Juga!

Tugas Gubernur Bukan Hanya Menjaga Keamanan! GPII Karawang dan Jabar Menolak Pati Aktif Rangkap Jabatan di Pemerintahan

KARMET NEWS – Konstelasi politik di Jawa Barat (Jabar) bisa dianggap barometer politik nasional. Bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *