Menyikapi THM dan Miras Yang Bebas di Bulan Suci Ramadhan, Umat Islam Karawang Akan Bergerak

KARAWANG – Disaat daerah lain mensucikan bulan suci ramadhan dengan berbagai kegiatan yang bernuansa keislaman dan menghormati muslim yang menjalankan puasa di Karawang beda lagi ceritanya. Siang tadi, bulan ramadhan baru memasuki hari ke 4 tetapi warung yang menjajakan makanan berjejer secara bebas, sedangkan malam hari toko-toko miras berkedok warung jamu dan Tempat Hiburan Malam ( THM ) leluasa buka dengan seenaknya.

Pantauan karawangmetro.com, para pedagang terlihat tanpa malu berjualan makanan.

“Sudah biasa pak disini, sungguh miris kota Karawang, kota yang dulu dikenal sebagai kota wali sekarang banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap kesucian bulan ramadhan, toleransi disini sangat memprihatinkan,” ucap Indah seorang pengguna jalan yang sedang istirahat di masjid Al Barokah, Lamaran ketika dimintai pendapatnya, Minggu, (18/05/2018).

Malam hari banyak warung miras berkedok warung jamu buka.

“Apalagi kalau malam hari, banyak tempat yang menyediakan miras buka tanpa ada teguran dari aparat terkait. Padahal umat Islam sedang memuliakan, mengisi bulan suci ramadhan yang penuh keberkahan dari Allah ini dengan puasa, shalat tarawih serta tilawah Al Qur’an,” ujarnya.

Tempat Hiburan Malam ( THM ) tanpa tedeng aling-aling buka.

“Kalau di Karawang, sudah pada taraf yang mengkhawatirkan kondisi tersebut. Coba kalau malam bapak jalan-jalan di kota, pasti gemerlapnya tempat hiburan malam tanpa segan-segan mereka membuka usahanya di bulan suci ini” ucap Ust Lili Abdul Basyar, salah satu tokoh pergerakan Islam di Karawang.

Adanya pembiaran dan aturan yang tidak jelas yang menyebabkan semua itu terjadi.

Masih ingat dalam benak kita semua belum lama ini umat islam yang tergabung dalam ASPIKA ( Aliansi Pergerakan Islam Karawang ) gabungan ormas Islam mengadakan demonstrasi menuntut Bupati Karawang untuk menutup segala aktifitas tempat maksiat dan miras di Karawang, akan tetapi buktinya sampai sekarang aturan yang dikeluarkan malah tidak jelas dan mengambang.

Dan berikut adalah tanggapan ASPIKA yang disampaikan Irwan Taopik kepada karawangmetro.com, Minggu, (20 Mei 2018).

“Pada waktu yang lalu Presidium ASPIKA sebagai representasi umat Islam Karawang¬† menggelar aksi akbar menyampaikan aspirasi kepada Bupati soal permintaan ditutupnya THM (Tempat Hiburan Malam) selama 24 Jam selama bulan suci ramadhan dan tempat aktivitas kemaksiatan lainya. Tetapi hasilnya, surat edaran yang dikeluarkan tidak sesuai dengan harapan umat. Maka kemudian tidak aneh kalau malam tiba masih terlihat THM yang buka dan warung makanan atau minuman yang beraktivitas pada siang hari. Pemandangan seperti ini sungguh sangat memprihatinkan di daerah warisan para wali,” ungkapnya.

Kami Aspika dan umat Islam Karawang telah mengikuti aturan tentang menyampaikan pendapat denga baik, kami cukup menghargai dan bersabar atas prosedur yang telah di tempuh, maka jangan disalahkan bila dalam waktu dekat kami umat Islam dan Aspika akan menegakan Amar ma’ruf nahyi mungkar sesuai syariah yang kami yakini, geramnya!

Kami sangat tahu resiko yang akan kami hadapi, akan tetapi siapakah yang akan memuliakan bulan suci ramadhan dan melindungi kesucian bulan penuh berkah tersebut bila bukan kita para aktivis Islam, pembela Islam,  para mujahid Islam dan umat Islam pada umumnya. Allohuakbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar!

Dan berikut adalah tanggapan Ketua DPW FPI Karawang, Ust Dayat yang juga merasa geram dan prihatin atas banyaknya THM dan Miras yang berada di Karawang.

“Kami merasa prihatin dengan Pejabat Pemkab Karawang yang kurang memanfaatkan amanahnya dengan baik dengan posisinya saat ini, mereka punya kewenangan, kebijakan dan lain-lain, akan tetapi sepertinya mereka tidak serius dalam bekerja dan membuat kebijakan, terutama yang menyangkut perkara THM dan Miras, dan tidak peka dalam merealisasikan tuntuntan aspirasi warganya. Kita do’akan agar pemkab segera diberi hidayah dan taufiq oleh Alloh Subhanahu Wata’ala,” terangnya.

Soal penegakan Amar Ma’ruf Nahyi Mungkar tentu akan kita lakukan sebab persoalan tersebut adalah bagian dari perjuangaan kami, adapun persoalan kapan? Sudah sejauh mana persiapan aksi itu akan dilaksanakan? Silahkan hubungi pengurus yaitu Mawil LPI karawang, pungkasnya.(Ns)

Baca Juga!

Tugas Gubernur Bukan Hanya Menjaga Keamanan! GPII Karawang dan Jabar Menolak Pati Aktif Rangkap Jabatan di Pemerintahan

KARMET NEWS – Konstelasi politik di Jawa Barat (Jabar) bisa dianggap barometer politik nasional. Bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *