Menjelang Hilangnya Jalan Goyang, Lapak Dan Bangunan Semi Permanen Milik PKL Ditertibkan

KARAWANG – Sedikitnya 20 lebih bangunan permanen dan semi permanen di sepanjang jalan Interchange Barat kemarin dibongkar oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Pembongkaran ini terkait rencana akan diadakanya proyek pelebaran dan perbaikan Jalan Raya Interchange Barat. Kemarin terlihat petugas dari Satpol PP masih melakukan pembongkaran di sejumlah bangunan milik PKL dan bangunan semi permanen yang digunakan untuk jualan di tertibkan oleh petugas Satpol PP. Jalan Interchange Barat rencananya akan diperbaiki bulan depan, dari pantuan wartawan karawangmetro.com, Selasa 12 September 2017 petugas masih lihat menertibkan.
Menurut Ruslan (59), salah satu warga yang terkena imbas dari pengusuran untuk proyek pelebaran jalan tersebut mengaku, Ia harus hengkang dari tempat usaha dagang nya yang telah dia tempati selama 12 tahun.

“Penertiban ini tidak ada ganti rugi sepeser pun, kata ayah dari  lima 5 orang anak ini saat di tanya wartawan karawangmetro.com, dirinya juga mengaku, bahwa tempat yang selama ini dia gunakan untuk berjualan memang bukan tanah pribadi miliknya. Tetapi harapanya, kalau ada penggusuran paling tidak ada himbauan jauh-jauh hari agar bisa membongkar warungnya secara sukarela. Harapanya dengan tidak di bongkar paksa seperti yang terjadi sekarang, ada waktu untuk mencari lahan pindah ke lokasi lain,” tuturnya.

Rencananya pelebaran jalan Interchange Barat masing-masing akan diambil 4 meter pada sisi kiri dan kanan jalan, hal itu di maksudkan untuk mengurangi kemacetan jalan yang selama ini terjadi akibat naiknya volume kendaraan dan faktor kerusakn jalan.

Menurut informasi, rencana pelebaran jalan jalur Interchange Barat ini, Pemerintah Kabupaten Karawang mengaggarkan dana yang tidak sedikit. Sedangkan untuk metode perbaikan jalan tersebut akan dibagi dalam dua segmen. Segmen yang pertama yaitu di Desa Wadas, yang panjang proyeknya sekitar 1 Km dengan lebar 30 m, dengan nilai proyek 30 miliar. Sedangkan untuk segmen ke dua yaitu Desa Purwadana, dengan nilai proyek 5 miliar guna membenahi jalur pintu masuk ke Kota Karawang tersebut.(Zar/Ns)

 

Baca Juga!

Munarman : Memisahkan Politik Dengan Masjid, Itu Sekulerisasi dan Meneruskan Ajaran Snouckhurgronye

KARMET NEWS, 23/04/2018 – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman S.H secara tegas menyebut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *