Masyarakat Karawang Bersatu Tolak LGBT, Dorong Pemkab Keluarkan Perda Larangan LGBT

Karawang – Massa yang tergabung dalam ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) menggelar aksi menolak Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dengan mengambil titik kumpul di Masjid Al Jihad Karawang dan Lapangan Karang Pawitan Kota Karawang, Jawa Barat, Minggu (04/02). Mereka menolak segala aktivitas LGBT karena bertentangan dengan nilai norma Agama, Pancasila dan UUD 1945.

Acara mengambil Masjid Al Jihad sebagai titik kumpul, dimulai dengan sholat subuh berjamaah dan dilanjutjakan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ketua API JABAR Ust Asep Syarifudien.
Acara dihadiri oleh perwakilan ormas Islam yang ada di Karawang dan sejumlah tokoh agama. Diantara tokoh yang hadir Ketua MUI Karawang K.H Tajudien Noer, Ketua FPI Karawang Ust Dayat, Ketua GPMK Ust Yudi Kristanto, Ust Ahmad Rofie, Ketua GPII Katawang, Irwan Taopik, Ade Rosadi dari UMIKA, M Iqbal dari Gema Keadilan dan lain-lain.

Dalam keteranganya sejumlah tokoh Umat Islam Karawang sepakat menolak LGBT, dan berharap mereka kembali ke jalan yang benar sesuai fitrahnya. Mereka mengharapkan dalam hal ini Pemerintah Kab Karawang agar memperhatikan masalah yang menyangkut kelangsungan generasi bangsa ini dengan mengeluarkan aturan berupa Perda yang melindungi generasi bangsa, khususnya masyarakat Karawang agar terhidar dari LGBT. Dan berupaya merangkul mereka yang sudah terjerumus kepada prilaku menyimpang tersebut agar kembali ke fitrah.

Berikut tanggapan perwakilan umat Islam Karawang yang tergabung dalam ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) kepada karawangmetro.com, Minggu, (04/02).

“Kita umat Islam Karawang menolak prilaku LGBT yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum Agama dan Konstitusi UUD 1945 dan Pancasila. Dan ingat, tidak ada satupun agama atau hukum yang membolehkan prilaku menyimpang LGBT tersebut, ungkap Irwan Taopik Ketua GPII Karawang.

Kemudian, kami menghimbau agar pemerintah Kab Karawang mengeluarkan produk hukum berupa Perda mengenai perkara LGBT ini. Perda yang melindungi generasi penerus bangsa, khususnya masyarakat Karawang agar terlindungi dari perilaku penyakit menyimpang LGBT. Dan merangkul saudara kita yang terjerumus kepada prilaku menyimpang LGBT agar kembali ke fitrahnya, kembali ke agama, jelasnya.

Penolakan keras juga datang dari FPI DPW Kab Karawang yang disampaikan Ketua Tanfidzi Ust Dayat.

“Kami mendukung aksi penolakan LGBT, karena ini kewajiban kita sebagai umat Islam yg beriman, dan sebagai bentuk perwujudan dari nahi Munkar karena LGBT adalah perbuatan Munkar. Kita jangan tinggal diam! Harus mencegahnya karna LGBT itu penyakit dan perbuatan terkutuk yang dilaknat oleh Alloh.
Kami akan bekerjasama kesetiap umat Islam dan masyarakat Karawang untuk mengkampanyekan apa itu hukumnya dari LGBT, dan mengingatkan jangan ada pihak yang mendukung LGBT, dan Kita tidak segan-segan untuk membubarkan komunitas LGBT yang ada karena hal tsb mengundang laknat dari Alloh SWT.
Terakhir, semoga para aparat pemerintahan dan penegak hukum selalu diberi Taufik dan hidayah dari Alloh SWT, sehingga apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat mereka dengar dan tuangkan dalam Perda, “jelasnya.
Penolakan LGBT juga diungkapkan perwakilan dari Gema Keadilan, Muhammad Iqbal.
“Kami mendukung gerakan tolak LGBT, karena LGBT bukanlah masalah hak asasi tetapi hal tersebut adalah penyakit yang perlu disembuhkan. Musuhi prilakunya dan rangkul saudara kita yang terjerat penyakit menyimpang ini untuk kembali ke fitrahnya. Dan kami mendorong pemerintah Kab Karawang mengeluarkan aturan jelas untuk masalah LGBT ini untuk melindungi generasi bangsa, khususnya yang ada di Karawang agar terhindar penyakit menyimpang LBGT,” ungkapnya.

LGBT zaman sekarang ini bukan suatu hal yang di tutup-tutupi lagi, sebagai umat Islam punya tanggung jawab moral. Kita tidak membenci mereka tetapi kita ingin menyadarkan mereka yang terkena penyakit menyimpang LGBT ini. Karena perkara LGBT menyimpang dari segi hukum manapun, terlebih hukum syariat Islam.
Alloh SWT murka terhadap suatu kaum yang melegalkan hubungan sesama jenis dan tentunya kita semua tidak mau terkena azab dari perilaku menyimpang tersebut,” terang Ust Umar perwakilan UMIKA.
Langkah berikutnya kami ingin mendorong pihak pemerintah dan khususnya pemerintah daerah Kab Karawang untuk membuat Perda agar aktifitas LGBT ini dapat  dicegah dan menyelamatkan generasi bangsa dari perilaku menyimpang LGBT tersebut.”pungkasnya.

Aksi sendiri meski sempat diguyur rintik hujan tetap berlangsung dengan damai dan aman. Masyarakat antusias mendukung gerakan tolak LGBT dengan membubuhkan petisi tolak LGBT yang nantinya akan diserahkan ke Pemerintah Daerah Kab Karawang.(Ns/Ag)

Baca Juga!

Ust Novel Tanggapi Pernyataan Ketua PSI Yang Tolak Perda Syariah Dan Perda Injil, Usul PSI Dibubarkan Saja

Jakarta – Tokoh nasional Ust Novel Bamukmin, geram dengan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *