Mak Nyuss, Resto Sunda Kampung Budaya, Destinasi Baru Wisata Kuliner Karawang Yang Ajib

KARMET NEWS – Karawang mulai mengejar Bogor dan Bandung sebagai surganya para pencinta kuliner. Selain kafe, restoran, dan kedai bakso, rumah makan yang menyuguhkan lauk tradisional juga populer di sini.

Salah satunya adalah Resto Sunda Kampung Budaya yang terletak di jalur Interchange Karawang Barat yang memang terkenal sebagai jalur kuliner Karawang, banyak destinasi kuliner populer di jalur ini, sebut saja Lebak Sari, Saung Kuring, Sambel Hejo, Alam Sari, Bebek Kaleyo dan Mang Ajo yang lokasinya berdekatan dengan Kampung Budaya.

Begitu kami memasuki Resto Kampung Budaya, suasana tempo doeloe sangat terasa, tema vintage sangat dominan disini, mulai dari wadah sajian, piring, gelas dan beberapa alat masakan tradisional ikut dipajang.

Tak jauh dari pintu masuk, berjejer hidangan prasmanan yang mengundang selera,  terdiri dari makanan siap santap dan goreng dadakan.

Dari sekitar 35 lauk yang terhidang,  kami memilih pepes jambal (Rp 10.000), gabus picung (Rp 15.000), udang goreng (Rp 5.000), babat goreng (Rp 10.000), ati ampela (Rp 5.000), pepes teri medan (Rp 5.000), sayur asem (Rp 5.000), asin gabus (Rp. 5.000) dan jengkol balado (Rp 4.000) sebagai lauk santap siang.

Semua yang terhidang sudah tertera harganya, pembeli tak usah khawatir dengan harga gelap.

Sambal yang tersedia ada dua pilihan, sambal goreng merah dan sambal terasi, kami memilih sambal terasi, ketika kami cocol dengan lalap dan nasi hangat, yumii lezat tiada duanya.

Pepes jambalnya sama sekali tak berbau anyir, apalagi bau tanah yang biasanya ada pada pepes jambal, paduan rempah dan kemanginya terasa sangat pas di lidah.

Gabus picung yang diberi tambahan cabai hijau semakin menambah selera, kami diberi mangkok dan dipersilakan memilih sendiri sesuai selera, dan kuah pekat picungnya begitu menggoda, nyammm.

Sementara pepes teri medannya berbeda dengan teri pada umumnya, rasanya baru kali ini kami makan teri selezat ini.

Agar makin nikmat, kami sengaja menyuap nasi putih hangat dengan jengkol balado. Jengkolnya dipotong kecil-kecil lalu dilumuri sambal balado di permukaannya.

Huahh! Rasanya lumayan pedas dengan aroma khas jengkol yang nikmat. Semakin enak karena tekstur jengkolnya empuk. Seporsi nasi putih yang banyakpun habis tak bersisa di piring kami.

Minumnya teh hangat dengan aroma yang khas disajikan dengan gelas jadul, ambil sendiri gratis sepuasnya.

Ah, santap memuaskan membuat kami ingin kembali lagi ke sini lain waktu. Penasaran masih banyak makanan lain yang belum kami cicipi. Coba, yuk!(Tmf)

Baca Juga!

Polres Karawang Dan Petugas Imigragi Amankan 8 Warga Cina, 6 Diantaranya Tanpa Pasport

KARAWANG – Jajaran Polres Karawang dan petugas Imigrasi Karawang mengrebek beberapa kamar di Hotel Amaris, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *