Wakil Ketua Koordinasi Pelapor Bela Islam (Korlabi), Persaudaraan Alumni (PA) 212, H.Novel Bamukmin,SH

Korlabi : Segera Tanggani Kasus Hukum Yang Diduga Melibatkan Rahmat Efendi

KARMET NEWS – Hari ini KORLABI (Kordinaror Pelaporan Bela Islam) mendampingi pemeriksaan terhadap saksi pelapor dari Azwar Anas terkait kasus yang menyangkut Rahmat Efendi Cawalkot Bekasi. Kasus tersebut adalah terkait dugaan penghinaan atau ujaran kebenciaan terhadap Aksi Bela Islam 212, ujaran kebencian yang dimaksud adalah sebagaimana yang dilaporkan terkait pasal 156 KUHP.

Sebagaimana diketahui untuk kasusnya sendiri sampai saat ini masih dalam taraf pemeriksaan, dan berikut adalah keterangan Sekjen KORLABI, H Novel Bamu’min S.H. kepada karawangmetro.com, Selasa (26/06).

“Agenda hari ini adalah menghadirkan dua orang saksi dari pelapor yaitu Azwar Anas. Dua orang saksi tersebut masing-masing adalah sdr Wahyu dan Amrin, seharusnya kemarin sudah hadir sebagaimana disampaikan oleh penyidik kepada kami selaku kuasa hukum dari pelapor yaitu sdr Azwar Anas. Laporan Azwar Anas telah diterima oleh Bareskrim Mabes Polri dengan Nomor LP/B/588/V/2018/Bareskrim tertanggal 4 Mei 2108. Pada tanggal 12 Juni 2018 sdr Azwar Anas telah di BAP di Gedung Reskrimum Polda Metro Jaya. Pada saat di BAP tersebut diminta kembali datang oleh penyidik pada tanggal 25 Juni 2018 bersama kedua saksi dari pelapor agar bisa dimintai keterangannya,” jelas Novel Bamu’min.

Namun sampai saat ini terlapor yang sedang maju sebagai cawalkot Bekasi (Rahmat Efendi) belum diperiksa oleh penyidik untuk dimintai keterangannya untuk mempertanggung jawabkan atas apa yang telah disampaikanya tersebut.

Ujaran kebencian yang dimaksud adalah menyebut bahwa ” Aksi 212 adalah gerakan politik serakah ”  yang disampaikan Rahmat Efendi dalam salah satu acara ormas AMPG ( Angkatan Muda Partai Golkar ).

Untuk itu kami selaku kuasa hukum dari pihak pelapor yaitu Azwar Anas meminta kepada penyidik Polda Metro Jaya untuk segera memeriksa terlapor, hal itu perlu dilakukan agar warga masyarakat Bekasi yang sebagaimana kita ketahui memang mayoritas Islam yang cinta kepada Agama dan Ulama mendapatkan rasa keadilan. Warga Bekasi sebagian adalah merupakan Alumni Aksi Bela Islam 212 mengharapkan agar penyidik segera memproses Cawalkot Bekasi Rahmat Efendi.

Meskipun yang bersangkutan saat ini sedang mengikuti kegiatan pencalonannya di pilkada serentak yang sedang berlangsung. Kami meminta agar yang bersangkutan tetap diproses hukum karena perkara ini sangat sensitif. Kami berharap segera ditanggani, jangan sampai ujaran kebencian ini menjurus kepada adu domba yang bisa mengarah pada terpecah belahnya anak bangsa. Polri harus segera menegakan hukun dengan tidak ada unsur diskrimasi terhadap siapapun, karena pada dasarnya semua warga negara sama kedudukanya dimata hukum, baik pejabat maupun rakyat biasa, pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Seruan Panglima LPI : Menangkan Pasangan PAS (Prabowo-Sandiaga), Jadikan Rumah-rumah Laskar Seluruh Indonesia Sebagai Posko Pemenangan

Jakarta – Ijtima Ulama ke-2 telah sukses digelar pada Minggu, 19 September 2018, dan menghasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *