Ketua IWO Karawang (Ega Nugraha)

Ketua IWO Karawang Sesalkan Sikap Tidak Simpatik Yang Terkesan “Arogan” Kepala BPBD Karawang

KARAWANG – Banjir sepekan yang melanda Karawang baru saja surut, tetapi ada sisi kejadian lain dari surutnya banjir tersebut, yaitu sikap tidak simpatik yang di pertontonkan dan diperlihatkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Banuara Nadeak, kepada wartawan. Banuara terkesan ‘sombong’ saat dikonfirmasi perihal rekap data korban terdampak banjir yang melanda wilayah Karawang.

Menanggapi kejadian itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karawang, Ega Nugraha, sangat menyesalkan sikap yang diperlihatkan oleh seorang pejabat, dalam hal ini Kepala BPBD Karawang. Seharusnya, kata Ega, Banuara bisa memberikan informasi tersebut agar diketahui oleh masyarakat luas.

“Apalagi seperti yang kita tahu, sebagian wilayah Karawang yang kemarin di landa banjir adalah daerah langganan banjir. Bahkan sudah puluhan tahun, tapi tidak ada solusi dari pemerintah,” ungkap Ega, saat dikonfirmasi karawangmetro.com, Senin, (12/02).

Kalaupun enggan menjawab pertanyaan wartawan, kata Ega, seharusnya Banuara bisa menjelaskannya dengan cara-cara yang baik kepada wartawan agar tidak terjadi salah paham.

“Baru jadi Kepala BPBD saja sombong, sekelas Bupati Karawang saja sangat terbuka ke wartawan. Kalau seperti itu, kita beranggapan Banuara ini pejabat arogan,” tandas Ega.

Sebagaimana dikutip oleh portal jabar.net, Banuara beranggapan, nilai berita rekapan jumlah kerugian yang diderita oleh korban banjir tidak bernilai. Bahkan, dia menganggap berita soal kerugian banjir tidak menarik lagi untuk diberitakan dan diinformasikan kepada masyarakat.

Tidak sampai disitu, bukannya mau menjawab pertanyaan, justru Banuara malah balik menceramahi wartawan dan menyalahkan Redaksi Portaljabar.net, yang saat itu diberi tugas untuk mencari berita rekapan korban banjir Karawang.

“Masih banyak hal yang bisa kamu tulis. Redaksi jangan asal menyuruh wartawan minta data ke BPBD,” seloroh Banuara sembari langsung meninggalkan ruangan, dengan memperlihatkan raut muka kecut, sebagaimana dikutip portaljabar.net.

Tidak seharusnya pejabat publik ketika dimintai data untuk disampaikan ke masyarakat luas dengan bersikap yang demikian. Semoga hal ini tidak terulang dibelakang hari dan kita semua bisa mengambil hikmahnya.(Ns)

Baca Juga!

Mendekati Puncak “Aksi Damai 204” Menuntut Perda Anti Maksiat dan Miras, Dukungan Masyarakat Karawang Semakin Memuncak

KARMET NEWS – ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) bersama komponen ummat Islam lain berencana akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *