Kesalafahaman Kericuhan di P.T Kenlee Herman – Sukabumi, Ahkirnya 2 Laskar FPI Mendapat Penangguhan Penahanan

KARMET NEWS – Pembersihan yang dilakukan berbagai massa oleh Front Pembela Islam (FPI) ke pabrik garmen di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yang menyebabkan terjadinya kesalah fahaman dan berujung kericuhan untuk menghasilkan pemukulan terhadap Sumber Daya Manusia Departemen (HRD) PT Kenlee Herman dan seorang sopir PT L & B kemarin, Senin, (21/5/2018) ahkirnya mengenal titik temu.

Pada saat kejadian-kejadian yang terdiri dari berbagai jenis atau orang-orang yang ingin membahas tentang jam kerja yang diberlakukan di perusahan tersebut pada bulan ramadhan ahkirnya tak kesampian karena terjadi kericuhan terlebih dahulu.

Dan berikut adalah respons BHF (Bantuan Hukum Front), Asiz Yanuar SH kepada karawangmetro.com, Sabtu, (02/06/2018).

“Allhamdulillah atas kesalahpahaman pada aksi massa di salah satu pabrik di Sukabumi yang berujung pada tindakan pengerusakan dan pemukulan, dimana ada beberapa laskar FPI sepanjang penahanan, namun demikian kasus-kasus tersebut dapat diluruskan dan kesalahpahaman tersebut dapat diakhiri dan diluruskan, untuk kemudian posting dengan diberikannya penangguhan penahanan. kepada dua laskar FPI berinisial SFA dan MG, “terang Asiz Yanuar.

Semoga kesalahfahaman yang terjadi bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, mengambil hikmah dari kejadian. Saling membedakan satu dengan yang lain, seseorang yang sedang menjalani puasa di bulan tersebut. (Ns)

Baca Juga!

Pernyataan Sikap Persaudaran Alumni (PA 212) Terkait SP3 Kasus Chat Fitnah Habib Rizieq

KARMET NEWS, 15/06/2018 – Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pihak kepolisian ahkirnya menyerahkan SP3 asli terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

http://karawangmetro.com/wp-content/uploads/2017/11/askumindo-1.jpg