Karawang Darurat Polusi Udara

Karawang-Selain asap kenalpot dari kendaraan bermotor tingginya asap yang dikeluarkan oleh cerobong pabrik adalah salah satu penyebab utama polusi udara di Kabupaten Karawang.  Minimnya ruang terbuka hijau di tengah-tengah kota juga ikut menjadi salah satu factor menigkatnya polusi udara dan panasnya udara ahkir-ahkir ini.Hal tersebut  membuat masyarakat rentan akan penyakit dampak yang di timbulkan dari pencemaran udara dan perubahan iklim  yang exstrim.

Banyaknya pabrik di Karawang yang masih menggunakan bahan bakar batu bara menimbulkan asap pekat salah satu penyebabnya. Dari hal tersebut diatas pemerintah daerah diminta untuk cepat dalam mengambil sikap, seperti dengan diperbanyaknya pemasangan instalasi standar pencemaran udara (ISPU) dibeberapa titik pemukiman warga yang berdekatan dengan lokasi pabrik atau pun di kawasan industry agar masyrakat mengetahui dan dapat mengontrol keadan udara di lingkunganya.

Terkait hal tersebut kami mencoba mengkonfirmasi kepada Poltak L Toruan selaku Sekertaris Dinas lingkungan hidup dan kebersihan(DLHK) Kabupaten Karawang, Menurutnya  kalau tingkat perubahan iklim sudah sangat ekstrim dan suhu panas di Karawang ini sudah sangat tinggi. Tetapi kita tidak mengetahui apakah hal tersebut dikarenakan memang dari perubahan iklim yang exstrim atau ada faktor lain penyebabnya  seperti pencemaran polusi udara yang disebabkan pabrik atau kendaran. Ujarnya Senin (22/5)

Ditambahkan olehnya karena terkendala akan biaya yang ada membuat DLHK(Dinas lingkungan hidup dan kebersihan) tidak bisa berbuat banyak dalam hal menyikapi persoalan udara tersebut.

“Pada intinya semua terkait dengan anggaran yang cukup besar karena untuk satu buah alat pengukur ISPU harganya sangat mahal, maka dari itu kita dorong agar dari pihak swasta seperti perusahaan harus memiliki Amdal dan alat pengukur tingkat pencemaran udara dan gas buang yang sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah di undangkan”.

Lebih lanjut  karena memang minim nya anggaran di DLKH untuk mengatasi masalah tersebut pihak nya lebih condong untuk mengandeng pihak swasta agar dapat berkontribusi dalam menanggulangi persolaan Polusi.Salah satu contoh semissal dengan membuat hutan kota di tengah perkotan dan pemukiman, mengawasi kepekatan cerobong asap pabrik sebelum di buang dan disesuaikan dengan ketentuan undang-undang yang di tuangkan dalam Perda.

Semoga ada  penyelesian kongkrit dari masalah tersebut agar dampak yang di timbulkan dari pencemaran polusi bisa segera teratasi  dan masyrakat terhindar dari berbagai penyakit yang di timbulkan dari polusi hal tersebut.

Liputa:Opik

Editor:Afifah KhoiruNisa

 

Baca Juga!

Pernyataan Sikap Persaudaran Alumni (PA 212) Terkait SP3 Kasus Chat Fitnah Habib Rizieq

KARMET NEWS, 15/06/2018 – Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pihak kepolisian ahkirnya menyerahkan SP3 asli terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

http://karawangmetro.com/wp-content/uploads/2017/11/askumindo-1.jpg