Jum’at ASPIKA Demo Kantor Pemkab Karawang, Tuntut Perda Anti Maksiat dan Miras

KARMET NEWS – Banyaknya tempat-tempat hiburan malam di Kota Lumbung Padi – Karawang menjadi sorotan dalam rapat yang digelar oleh ASPIKA Kamis (14/04). Peredaran miras yang tidak terkontrol dan semakin menjamur juga menjadi point penting yang dibahas.

Sedangkan menurut padangan ASPIKA, mereka Pemkab Karawang dan aparat yang berwenang dalam menangani masalah ini seolah-olah mandul. Ditambah payung hukum untuk penegakan masalah ini dirasa kurang kuat.

Menyikapi masalah yang demikian ASPIKA berencana akan mengelar Aksi Damai menuntut kepada Pemkab Karawang, Jum’at (20/04) untuk menuntut diterbitkan Perda Anti Maksiat dan Miras.

Dan berikut adalah pernyataan dari ASPIKA yang disampaikan oleh perwakilan mereka yang merupakan Sekwil DPW FPI Karawang Ust Trisno, Senin (16/04).


“Kami akan menggelar Aksi Damai pada hari, Jumat (20/04). Hal ini merupakan rekasi dari masyarakat yang sudah gregetan mengenai perkara Miras dan tempat kemaksiatan yang merajalela. Apalagi menjelang Bulan Suci Ramadhan, seharusnya dalam bulan ini Umat Islam dapat dengan khusyu beribadah. Tetapi, manakala masih beredar Miras dan beroperasinya berbagai jenis bentuk tempat kemaksiatan yang terkesan dibiarkan oleh para penegak hukum atau penegak Perda dengan beralasan payung hukum yang tidak jelas, Maka hal inilah yang membuat kami dari FPI dan Aliansi Pergerakan Umat Islam Karawang (ASPIKA) sebagai wadah dari berbagai ormas Islam sangat merasa geram akan perkara ini. Tindakan ini dilakukan semata sebagai rasa keprihatinan kami terhadap Karawang yang kami cintai, yang ternyata di dalamnya masih banyak terdapat tempat peredaran Miras dan Kemaksiatan lainnya yang sangat meresahkan masyarakat,” terang Ust Trisno.

Masalah perda Anti Maksiat dan Miras juga disinggung olek Ketua Panitia Pawai 10.000 obor untuk tahun ini. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Cepyan Lukmanul Hakim yang menekankan Kepada Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana untuk berani mengambil kebijakan tegas terkait masalah ini, hal ini sesuai dengan semangat untuk membangun toleransi antar ummat beragama dalam wadah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Tidak ada alasan apapun bagi pemilik maupun pekerja tempat hiburan malam, dalam satu bulan penuh harus tutup,” tegas Ust Cepyan.

Perwakilan dari ASPIKA menambahkan, “Usulan perda khusus anti miras hingga saat ini usulan tersebut masih belum ada realisasi dan tanggapan dari mereka. Padahal saat hearing bersama mengenai masalah ini sudah diusulkan, dan ini seharusnya menjadi perhatian buat mereka,” pungkas Ust Trisno. (Ns)

Baca Juga!

Munarman : Memisahkan Politik Dengan Masjid, Itu Sekulerisasi dan Meneruskan Ajaran Snouckhurgronye

KARMET NEWS, 23/04/2018 – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman S.H secara tegas menyebut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *