Sudrajat - Syaikhu

Mak Jlebb…! “Senyum Yang Tertahan” Ketika Kain Digunakan Untuk Menutupi Pohon

KARMET NEWS, 13/03/2018 – Debat pertama Pilgub Jabar 2018 sesi pertama yang digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB, Bandung, Senin (12/3/2018) sedikit banyak memberikan gambaran kepada masyarakat jawa barat dalam menetukan pilihan pada 27 Juni 2018 nanti.

Pada sesi debat semalam, dari kempat pasangan calon gubernur dan wakil pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memang terlihat biasa saja di awal penampilan debat. Namun ternyata pasangan ini terlihat kecerdikannya, mereka tidak secara menggebu-gebu di awal penampilan dan ternyata hal tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam debat semalam. Terlebih pada fokus perdebatan mengenai pohon yang ditutup kain di Purwakarta.

Dan begini cerita selengkapnya mengenai pohon yang ditutupi kain yang membuat suasana riuh menjadi hening.

Berawal dari pertanyaan Syaikhu kepada pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi tentang kain yang dipasangkan di pohon di Purwakarta, Dedi Mulyadi merasa tersentil dan langsung menjawabnya. Menurut Dedi Mulyadi, pemasangan kain dilakukan untuk menghargai pohon agar tidak ditempeli hal-hal aneh.

“Pohon dikasih kain biar tidak ada iklan. Lebih mulia dikasih kain dibanding pasang iklan. Ilmu lingkungan mengajarkan perlindungan, pohon memberikan air, memberikan oksigen, memuliakan pohon bagian dari memuliakan alam. Itu adalah sistem kebudayaan kita,” jawab Dedi Mulyadi dengan mantap.

Ternyata, bagai di counter attack real Madrid, senyuman Dedi Mulyadi yang awalnya yakin jawabanya tersebut dapat menjawab telak pertanyaan yang diajukan oleh Syaikhu, Dedi pun harus sedikit senyumnya. Syaikhu menyindir Dedi dengan lebih mementingkan pohon dibandingkan dengan manusia. Menurutnya masih banyak di Purwakarta masyarakat yang masih belum memiliki kain.

“Ini agak ironis, sementara anak-anak kekurangan kain, ini ironis. Kalau kita ingin muliakan pohon gimana mungkin manusia tidak dimuliakan? Memuliakan manusia lebih terhormat dibanding pohon,” Jawabnya.

Masih menurut pasangan “ASYIK” yaitu ahmad Syaikhu, “Ini kebijakan kurang tepat. Nah kalau dia menang di Jabar, berapa banyak pohon yang harus dikasih kain,” pungkas Syaikhu.(Ns)

 

Baca Juga!

Mendekati Puncak “Aksi Damai 204” Menuntut Perda Anti Maksiat dan Miras, Dukungan Masyarakat Karawang Semakin Memuncak

KARMET NEWS – ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) bersama komponen ummat Islam lain berencana akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *