Sudrajat - Syaikhu

Ini Yang Dilakukan “ASYIK” Untuk Perempuan Jika Terpilih Jadi Gubernur Jawabarat 2018-2023

KARMET NEWS, 13/03/2018 – Debat Pilgub Jabar pertama di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB, Bandung, Senin (12/3/2018) semalam memberi gambaran kepada masyarakat Jawa Barat terhadap para kandidat gubernur mereka. Seperti terlihat saat calon gubernur (cagub) Sudrajat yang diusung partai Gerindra, PKS, PAN serta PBB beradu argumen soal kebijakan masalah perempuan dengan Cagub Ridwan Kamil yang merupakan calon gubernur yang diusung partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai PPP, dan Partai Hanura.

Calon Gubernur Jabar 2018 Sudrajat menanyakan strategi dan kebijakan tentang masalah perempuan kepada Ridwan Kamil.

“Di Jawa Barat ini banyak buruh perempuan kurang diperhatikan masalah kesejahteraannya, masalah-masalah yang berhubungan dengan pengasuhan anak, di pabrik dan lain-lainnya. Begitu juga termasuk masalah KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),” Tanya Sudrajat.

Ridwan Kamil yang juga merupakan mantan Wali Kota Bandung menjawab pertanyaan yang diajukan.

“Kota Bandung sangat memberikan ruang untuk eksistensi perempuan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kepala dinas dan pejabat perempuan di Kota Bandung lebih dari 38 persen, dari yang disarankan 30 persen.

Yang kedua, kata Ridwan, pihaknya mempunyai kredit tanpa bunga, tanpa agunan, dan berbasis masjid, di mana 70 pesertanya persen adalah perempuan.

“Karena kita paham, mereka mempunyai kesempatan untuk menambah nafkah keluarganya melalui program-program ekonomi pemberdayaan perempuan,” tambah Ridwan. Selain itu, kata Ridwan, pihaknya juga sangat memuliakan lansia-lansia yang mayoritas adalah perempuan. Ridwan menyebut tidak ada ridha Allah tanpa ridha orangtua, khususnya ibu. “Oleh karena itu, program perempuan mulai dari perlindungan anak-anak, melawan perdagangan manusia, akses ekonomi, menjadi bukti yang sudah kami lakukan dengan istilah ‘Tri S’, menghasilkan program yang memberdayakan perempuan secara nyata,” ucap Ridwan.

Sudrajat kemudian kembali menyampaikan argumennya. Menurut dia, lebih dari 50 persen warga Jawa Barat adalah perempuan. Banyak sekali buruh perempuan yang kurang diperhatikan oleh pengusaha, bahkan di pabrik-pabrik.

“Kadang-kadang di suatu perusahaan tidak ada sarana untuk membawa bayinya ke tempat pekerjaan, (seharusnya) di situ ada tempat untuk treatment kepada anak-anak,” kata Sudrajat.

Pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) berjanji akan memperhatikan soal cuti menstruasi dan cuti melahirkan.

“Kami ingin mempromosikan paling tidak di BUMD di Jawa Barat, cuti melahirkan yang tadinya tiga bulan, kami akan promosikan menjadi enam bulan. Ini adalah yang ingin kami promosikan, (sebagai) salah satu bukti melindungi perempuan,” ungkapnya.

Ridwan Kamil pun kembali memberikan tanggapannya terkait statement Sudrajat. Menurut dia, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mendengarkan kemauan rakyat. Pasangan Rindu, kata dia, tidak akan menerapkan kebijakan 100 persen sesuai kemauannya. Menurut Ridwan, jika pihak perempuan yang kebutuhan dasarnya belum dipenuhi oleh negara, negara wajib turun.

“Melindungi dengan program-program yang tentunya didasarkan pada aturan hukum seperti peraturan daerah. Intinya perempuan adalah pelanjut peradaban, nomor satu yang akan kita muliakan,” tuturnya.

Terlihat dalam sesi debat pertama ini Ridwan Kamil dari awal sampai ahkir sangat mantap dan mendominasi, jika dibandingkan pasanganya yaitu Uu Ruzhanul Ulum dalam menjawab pertanyaan ataupun sesi pidato.(Ns)

 

 

Baca Juga!

Ribuan Umat Islam Tumpah ruah Bershalawat Bersama Habib Syech di Ponpes Annihayah Karawang

Karawang – Ribuan umat islam dari berbagai penjuru Karawang menghadiri kegiatan tablig akbar yang menampilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *