Good Leads Come From Mistakes

Pada saat awal saya berada di sebuah perusahan atau organisasi saya sering kesal juga bahwa orang yang saya kasih tahu tidak mengerjakan seperti apa yang saya inginkan. Dan saya ingin setiap orang yang di sini dapat mengerjakan seperti apa yang saya bayangkan. Kalau tidak bisa saya akan marah, saya ingat benar pada saat itu kalau saya sudah marah, rasanya orang tersebut melakukan kesalahan yang besar dan tidak dapat diperbaiki. Setelah saya membaca banyak buku, perlahan saya mulai berkurang marahnya. Dan sekarang rasanya sudah lama saya tidak pernah marah lagi, dan perasaan kesalpun sudah hampir tidak pernah saya rasakan. Pertanyaannya sebenarnya adalah apa yang terjadi sehingga terjadi perubahan perilaku?.

Pada saat saya mulai membaca buku, dan berinteraksi dangan banyak teman saya mulai belajar bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, saya juga bertambah pengetahuannya, sehingga pada saat saya menyuruh orang, maka saya lihat bagaimana tingkat pengetahuan dari orang yang saya suruh.

Misalkan pada saat saya menyuruh Office Boy, perintah saya pasti detail sekali, semakin rendah daya tangkap orang tersebut semakin detail saya memberikan perintah kepadanya. Dan kalau ketingkatan yang lebih tinggi lagi, biasanya saya hanya memberikan tujuannya saja. Tentang cara bagaimana mencapai tujuan tersebut saya serahkan pada orang tersebut. Saya percaya pasti dia akan mengerjakan dengan baik dan berusaha untuk mencapainya.

Mengapa dulu saya sering marah pada saat orang mengerjakan tindakan atau perbuatan sesuatu tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan?. Kalau saya menilik kebelakang, karena pengetahuan saya saat itu terbatas, sehingga cara untuk melakukan sesuatu juga terbatas.

Sehingga dari situ saya berpikir bahwa cara yang saya tahu adalah cara yang terbaik, dan tidak semua orang harus mengikuti cara apa yang saya pikirkan. Sebetulnya permasalahannya terletak pada keyakinan saya akan cara yang saya tahu adalah cara yang paling baik.

Setelah saya mengetahui banyak sekali cara untuk dapat mencapai tujuan yang kita inginkan, setelah itu maka saya tidak terlalu memaksakan cara yang saya ketahui. Bahkan sekarang saya sering bertanya kalau tujuan yang akan kita capai adalah ini, apa yang harus kita lakukan untuk itu.

Ternyata banyak sekali pemikiran-pemikiran yang bagus yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh saya. Dengan memberikan kesempatan pada orang lain di dalam organisasi untuk berpikir dan memberikan kontribusi dengan apa yang kita bisa.

Dari situ maka organisasi akan berkembang, karena setiap orang merasa bahwa mereka mempunyai kontribusi dalam mengembangkan perusahaan atau organisasi tersebut.  Kalau ada ide-ide yang menurut saya bagus, kadang saya akan memberikan reward dalam bentuk pujian atau saya akan memilih menghindar atau berdiam untuk tidak melakukan hal tersebut.

Pelajaran yang saya dapatkan
Kalau ada pimpinan organisasi atau direktur marah-marah. Maka disitu saya bisa menilai dan mengetahui, sang Pimpinan organisasi atau manager tersebut tidak menguasai hingga detail, atau tidak mempunyai pengetahuan yang luas untuk mencapai suatu “goal” tertentu dan sebenarnya ada banyak cara yang dapat dijalankan.

Kalau memang cara yang dijalankan salah, maka kita minta untuk mencari cara lain, hingga semua orang tersebut akan mahir dan mengerti. Bila kita memerintahkan sesuatu kemudian tidak dijalankan dengan benar, berarti cara saya memerintah kurang jelas sehingga dari situ saya akan belajar bagaimana caranya memberikan perintah yang jelas.

Sejak saya berpikir bahwa saya yang harus memperbaiki diri pada saat memberikan perintah dan menerima perintah saya, saya mengetahui banyak sekali cara untuk memerintah atau menyampaikan kepada orang lain.

Dari hal tersebut skill kita untuk memimpin perusahaan atau organisasi naik, karena saya tahu banyak cara untuk mencapai suatu tujuan yang akan saya inginkan.

Memimpin dengan marah-marah, sulit untuk menjadikan perusahaan/organisasi berinovasi, karena inovasi dapat terjadi dari pemikiran banyak orang. Tidak sedikit pula inovasi terjadi karena kesalahan.(Ns)

Baca Juga!

Habib Rizieq Menunda Kepulanganya Ke Indonesia, Akan Balik Di Saat Yang Tepat

Karmet News– Lewat pesan Audio dengan background kota suci Mekah dan gambar Imam Besar Front …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *