Aksi Tolak LGBT

Fenomena Gunung Es “LGBT” di Karawang! Menanti Langkah Pemkab Menyelamatkan Warganya Dari Bahaya LGBT

KARAWANG – Masyarakat Karawang menolak keberadaan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Warga menganggap segala aktivitas LGBT karena bertentangan dengan nilai norma Agama, Pancasila dan UUD 1945.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 700 pria di Karawang menderita homoseksual atau penyuka sesama jenis. Fenomena LGBT khususnya Laki-Laki Suka Laki-Laki (LSL) atau Gay ternyata sudah booming di wilayah ini sejak tahun 2015 lalu.

Ternyata boomingnya fenomena LGBT sejak tahun 2015 di Karawang berbanding lurus dengan penderita HIV. Tercatat ada sebanyak 52 kasus baru penderita HIV di ahkir 2017 kemarin, Itu dari kalangan LSL (homoseks) saja. Fenomena seks menyimpang lainnya seperti Wanita Suka Wanita (WSW), juga rentan terkena HIV/AIDS.

Melihat fenomena gunung Es LGBT tersebut, belum lama ini masyarakat yang tergabung dalam ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) mengelar aksi pengumpulan 1000K tanda tangan tolak LGBT, rencananya tanda tangan dari tokoh dan masyrakat yang menolak LGBT tersebut akan di serahkan ke Pemerintah Daerah Kab Karawang.

Mereka menuntut agar Pemkab melindungi Masyarakat Karawang supaya terhidar dari bahaya Sex menyimpang LGBT, dan memberi penyuluhan kepada penderitanya agar sadar dan taubat kembali ke jalan sesuai fitrahnya. Salah satu point tuntutan mereka adalah menuntut Pemkab segera mengeluarkan Perda untuk menyelamatkan warga Karawang agar terhindar dan terlindungi dari bahaya LGBT.

Hampir sebulan setelah jalanya aksi ternyata belum ada kepastian mengenai hal tersebut. Tim karawangmetro.com berusaha meminta kejelasan dari koordinator pengumpulan 1000K tanda tangan Masyarakat Karawang yang menolak LGBT yaitu Irwan Taopik selaku salah satu inisiator aksi “Tolak LGBT Di Karawang”, dan berikut tanggapanya.

“Sejauh ini belum ada respon sedikit pun dari mereka (Pemerintah Kab Karawang), baik secara langsung ataupun dari berita terkait penolakan Masyarakat Karawang yang menolak LGBT (Aksi mengumpulkan 1000K tanda tangan tolak LGBT),” Ungkap Irwan Taopik salah satu koordinator aksi sekaligus Ketua GPII Kab Karawang, Kamis, (01/03/2018).

Padahal LGBT di Kab Karawang saat ini sudah sangat meresahkan di masyarakat, dan hal tersebut merupakan fenomena gunus es. Dampak buruknya sangat berbahaya bagi generasi bangsa Indonesia, khususnya generasi di Kab Karawang, Jelasnya.

“Kami dari ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) telah melayangkan surat permohonan audensi kemarin, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban atau konfirmasi dari Pemda. Kita akan tunggu, kalau tidak ada tanggapan kita akan gelar aksi yang lebih besar dan massif gabungan bersama ormas Islam yang ada di Karawang terkait bahaya LGBT ini. Pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Tugas Gubernur Bukan Hanya Menjaga Keamanan! GPII Karawang dan Jabar Menolak Pati Aktif Rangkap Jabatan di Pemerintahan

KARMET NEWS – Konstelasi politik di Jawa Barat (Jabar) bisa dianggap barometer politik nasional. Bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *