Duchh…!!! Sikap Bupati Karawang Yang Tidak Mengeluarkan Surat Edaran Penutupan THM dan Miras Selama Ramadhan di Kecam Tokoh Nasional Persaudaran Alumni 212

KARMET NEWS – Tokoh Nasional dan tokoh senior di Persaudaran Alumni 212 (PA 212) Ust Novel Bamukmin, ternyata mengikuti perkembangan berita di Karawang yang Ia akui baca melalui media karawangmetro.com. Terbaru, tokoh yang dikenal hampir tiap hari menghiasi pemberitaan media, baik media lokal maupun nasional ini menyoroti sikap Bupati Karawang yang bersikeras dan menolak untuk mengeluarkan surat edaran bupati terkait masalah penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) dan Miras selama bulan suci  ramadhan yang disuarakan oleh ASPIKA dan umat Islam Karawang.

Wakil Ketua Koordinasi Pelapor Bela Islam (Korlabi), Persaudaraan Alumni (PA) 212, H.Novel Bamukmin,SH

Dan berikut adalah pernyataanya yang disampaikan kepada wartawan karawangmetro.com siang tadi, Sabtu, (05/05/2018).

“Terkait sikap Bupati karawang yang tidak mengindahkan atau mendegar apa yang disuarakan oleh ASPIKA dan Umat Islam Karawang yang meminta untuk dikeluarkanya surat edaran bupati terkait masalah penutupan THM dan miras selama bulan suci ramadhan ini sangat memprihatinkan, mengingat akan datangnya bulan ramadhan yang sejatinya adalah kesempatan bagi umat Islam untuk khusyuk dalam menjalankan ibadahnya. Dan seharusnya, pemerintah daerah sampai dengan pusat harus mendukung masalah ini karena mayoritas penduduk di negara ini adalah beragama islam yang menjungjung tinggi nilai-nilai pancasila yang berketuhanan Yang Maha Esa, serta termaktub dalam UUD 1945, sehingga dari hal tersebut seluruh elemen masyarakat manapun wajib mendapatkan hak-haknya, tak terkecuali umat Islam yang ingin menjalankan ibadah dengan khusyuk selama bulan suci ramadhan,” terangnya.

Baca Juga :

Surat Edaran Bupati Tidak Keluar Terkait Penutupan THM dan Miras Selama Ramadhan, ASPIKA : Pemkab Karawang Kami Nilai Tidak Pro Tuntutan Umat Islam

Masih menurut Ust Novel, Namun sayangnya tidak semua daerah bisa melaksanakan semua itu, terutama di daerah-daerah yang mayoritas beragama non islam, dan umat islam sangat paham akan toleransi keberagaman tersebut. Namun berbicara masalah kota Karawang yang justru mayoritas penduduknya adalah beragama islam harusnya bisa menjaga nilai-nilai religiusnya, meskipun tidak selama satu tahun penuh, minimal dalam menyambut bulan ramadhan di berilah kesempatan bagi umat Islam Karawang untuk menjalan puasa dengan tenang dan khusyuk, tanpa harus terganggu berkenaan dengan masalah THM dan Miras. Maka dari itu, seharusnya ditutup THM dan Miras karena sangat mengganggu nilai-nilai ibadah, dan perkara tersebut adalah merupakan bentuk kemungkaran yang wajib umat Islam lawan dengan berbagai macam cara, namun Indonesia adalah negara hukum maka melawanya harus secara konstitusi dan ketentuan tersebut tidak bersinggungan degan sumber hukum tertinggi yaitu pancasila dan yang lebih tinggi adalah hukum Allah, tegasnya.

“Sudah cukup Kabupaten Karawang dalam 11 bulan meraup keuntungan dari THM yang sejatinya justru merusak moral warganya, mungkin bagi pemda hal ini adalah omset yang sangat menggiurkan dan merupakan surga dunia, akan tetapi mereka seharusnya juga memikirkan moral warga yang harus juga diperhitungkan, karena sejatinya pembangunan bukan saja dalam hal fisik, namun terkait moral juga sangat perlu untuk diperhatikan agar negara ini menjadi sejahtera dan berkah serta aman sentosa, pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Seruan Panglima LPI : Menangkan Pasangan PAS (Prabowo-Sandiaga), Jadikan Rumah-rumah Laskar Seluruh Indonesia Sebagai Posko Pemenangan

Jakarta – Ijtima Ulama ke-2 telah sukses digelar pada Minggu, 19 September 2018, dan menghasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *