Dilema Harga Beras Melejit di Kota Lumbung Padi

KARAWANG – Semakin hari melambungnya harga beras terus naik tinggi dan sulit dikontrol. Pantuan pagi ini di pasar Johar harga mencapai Rp12.000 – Rp13.500 perkilogram. Naiknya harga beras ini membuat ibu rumah tangga, pedagang nasi goreng, Warteg dan sektor usaha lain yang bersangkutan dengan beras terkena dampak yang serius dari melambungnya harga beras dipasaran. Para ibu rumah tangga dan pedagang terpaksa memutar otak menyiasati hal ini agar tidak merugi dan belas terbeli.

Termasuk pendagang beras pun terpaksa mengurangi stock mereka karena takut merugi. Pada sisi lain, semisal pedagang warteg dan nasi goreng mereka terpaksa mengurangi takaran nasi, tanpa harus menaikan harga supaya tidak kehilangan para pelanggannya.

Kang Ncep (32), pedagang beras yang berjualan di pasar Johar -Karawang, mengatakan sudah seminggu ini harga beras di pasaran terus mengalami kenaikan, dari pedagang beras ke pengecer perkilonya bisa mencapai 13.500 untuk kualitas beras premium dan 12.000 untuk beras standar, ungkapnya kepada karawangmetro.com, Minggu, (14/01).

Kemungkinan karena stock dari petani yang berkurang karena masa panen yang tidak berbarengan. Tetapi terkadang pungli-pungli di pasar juga ikut mempengaruhi naiknya harga beras tersebut pak, untuk sekali bongkar saja di lapangan parkir tanah merah dikenai biaya Rp 4000, tanpa ada bukti karcis restribusi, kalau hanya lewat dikenai biaya Rp 2000. Meskipun tidak signifikan mempengaruhui naiknya harga beras tersebut, keteranganya.

Sementara itu salah satu pedagang warteg yang berjualan di daerah Lamaran-Karawang mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa mengurangi jumlah takaran nasinya untuk menyiasati naiknya harga beras tersebut.

“Terpaksa pak kami kurangi sedikit jatah takaran nasinya karena dampak dari naiknya harga beras tersebut,” terang Mbak ayu.


Dikalangan para ibu rumah banyak yang mengeluhkan atas naiknya harga beras tersebut, seperti yang di ungkapkan oleh Ibu Winarni.

“Naiknya harga beras juga diikuti hargai cabai  dan telur yang bikin pusing, sekarang beras melambung naik setiap kali belanja. Lama-lama harga beras bisa gak kebeli kalau begini terus,” tuturnya.

Sudah saatnya naiknya harga beras yang diikuti dengan naiknya harga sembako ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah, terutama di Karawang yang notabene adalah kota lumbung padi, jangan sampai rakyat kecil tidak bisa membeli beras di kota yang menjadi salah satu stock beras Nasional ini. (Ns)

Baca Juga!

Ribuan Umat Islam Karawang Aksi Tolak LGBT, Tuntut Bupati Keluarkan Perda Atau Perbub

Karawang – Umat Islam Karawang yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam Karawang (ASPIKA) menolak kesetaraan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *