Dengan UMK Tertinggi Karawang Menjadi Destinasi Pencari Kerja, Diperkirakan 32.000 Ribu Pendatang Banjiri Karawang

KARMET NEWS – Tidak meratanya pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu sebab utama terjadinya arus urabnisasi masyarakat dari satu kota ke kota lain. Masalah urbanisasi tidak hanya terjadi di Jakrta sebagai ibu kota, kini masalah urbanisasi yang pelik juga dialami oleh pemerintah Kab Karawang yang daerahnya merupakan kota industri terbesar di Indonesia.

Dan berikut adalah data Sementara dari Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil yang menggelar operasi simpatik administrasi kependudukan di terminal Klari pada hari , Kamis (21/6) yang lalu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karawang, Yudi Yudiawan mengatakan, “Operasi simpatik yustisi digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat tentang adaministrasi kependudukan. Jumlah pendatang baru yang datang di Karawang didominasi oleh para pencari kerja dengan perbandingan 60 pendatang dan 40 penduduk Karawang. Data sejak Januari hingga Juni jumlah pendatang yang melapor sekitar 11.600 orang dan diprediksi pada tahun 2018 jumlah pendatang akan mencapai angka 32 ribu” terangnya.

Sebagai perbandingan dalam tiga tahun terakhir jumlah pendatang ke Karawang terus meningkat setiap tahunnya Tahun 2016 ada 30 ribu pendatang, naik pada tahun 2017 menjadi 31 ribu dan diprediksi pada tahun 2018 sekitar 32 ribu pencari kerja.

“Dalam setiap tahunnya jumlah pendatang yang datang ke Karawang terus naik secara signifikan,” ungkapnya.

Baca Juga : KPK Pastikan Akan Panggil Ganjar Terkait Kasus e-KTP, Tidak Mengenal Alasan Politik

Menanggapi masalah yang demikian Forum Masyrakat Peduli Karawang (FMPK), Muh Agung S.E. ikut menanggapinya.

“Hal ini sebagai wujud kegagalan pemerataan ekonomi yang ada. Pemkab Karawang harus menyiapkan langkah-langkah taktis terkait untuk mengatasi masalah ini, terangnya kepada karawangmetro.com, Senin, (25/06).

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah prioritas lowongan kerja yang ada diperuntukan untuk masyarakat setempat, karena sebagaiman kita ketahui warga Karawang masih banyak yang belum mendapatkan pekerjaan. Saya setuju mekanisme recruitment lewat satu pintu yaitu Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (DISNAKERTRANS). Tetapi perlu diingat, jangan sampai terjadi permainan disana dan harus diawasi secara ketat, pungkasnya.(AHY)

 

Baca Juga!

Polemik, Soal ‘Budek-Buta’, Ma’ruf Diberi Tenggat 10 Hari Minta Maaf

Bandung, 13/11/2018 – Forum disabilitas Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Tunanetra Menggugat meminta calon …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *