Pasukan Israel Menembak Setidaknya 55 Peserta Aksi Damai

Biadab…!!! Israel Bantai 58 Warga Palestina dan 2400 orang terluka Setelah Peresmian Kedutaan AS dan Israel di Yerusalem

KARMET NEWS, 15-05-2018 – Setelah beberapa bulan protes masyarakat internasional, Amerika Serikat akhirnya tetap saja resmi memindahkan kedutaannya ke Yerusalem (Baitul Maqdis) pada hari Senin, (14/05/2018) oleh Penasihat Senior Presiden AS Jared Kushner, didamping istrinya, yang tak lain putrid Donald Trump Ivanka.

Trump memastikan diri tidak akan hadir untuk meresmikan kedutaan AS di Yerusalem. Dia menunjuk sebuah delegasi kepresidenan, yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri John Sullivan. Turut dalam rombongan putri Trump, Ivanka bersama suaminya, penasihat Gedung Putih Jared Kushner, serta Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Sampai pagi ini, sudah 58 orang dibantai Zionis sejak awal ‘Perjalanan Pulang’ atau disebut ‘Aksi Kembali ke Palestina yang Terjajah’ sejak dimulai 30 Maret 2018 lalu. Aksi ini, sekaligus menandai ulang tahun ke-70 pendirian ‘Negara palsu Israel’ yang juga disebut hari “Nakba” (bencana).

Kementerian Kesehatan Gaza, dikutip laman Middle East Eye (MEE) mengatakan sudah 58 orang Palestina gugur dan 2400 orang terluka oleh pasukan Israel.

Gedung Putih justru menyalahkan pejuang pembebasan Palestina Hamas atas pembantaian tentara Zionis-Israel di perbatasan Gaza, di mana pasukan penjajah secara fatal menembak setidaknya 55 peserta aksi damai ‘kembali ke Palestina’ atau Great Return March.

Juru bicara Gedung Putih Raj Shah menuduh para pemimpin Hamas melakukan “upaya propaganda yang mengerikan dan tidak menyenangkan” yang menyebabkan bentrokan di Gaza pada saat yang sama saat Amerika Serikat (AS) membuka kedutaan baru di Yerusalem (Baitul Maqdis), sebuah langkah yang telah memicu kemarahan Palestina dan dunia.

“Tanggung jawab atas kematian tragis ini bersandar pada Hamas,” kata Shah. “Hamas dengan sengaja dan sinis memprovokasi tanggapan ini.” [CNN]

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Senin menuduh Israel melakukan “state terror” (terorisme Negara)” dan “genosida” setelah pasukan Israel menewaskan sedikitnya 55 orang Palestina di Perbatasan Gaza.

“Israel melancarkan ‘teror negara’. Israel adalah negara teror,” kata Erdogan kepada mahasiswa Turki di London dalam pidato yang disiarkan oleh televisi pemerintah. “Apa yang telah dilakukan Israel adalah genosida. Saya mengutuk drama kemanusiaan ini, genosida, dari sisi mana pun itu datang, Israel atau Amerika,” tambahnya.

Buntut dari bentrok dan pembantian tersebut Selain Afrika Selatan, Turki juga menarik duta besarnya dari Israel hari Senin. Negara ini juga memanggil kembali duta besar nya di Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk protes.

Afrika Selatan memanggil duta besarnya di Israel pada hari Senin setelah setidaknya 55 orang Palestina gugur dalam pembantaian yang dilekukan pasukan Zionis selama aksi damai pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem (Baitul Maqdis).

“Mengingat cara serangan Israel yang tidak pandang bulu dan membabi buta, pemerintah Afrika Selatan telah mengambil keputusan untuk memanggil Duta Besar Sisa Ngombane dengan segera hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan dalam sebuah pernyataan dikutip Middle East Eye.(Ns)

 

Sumber : Middle East Eye(MEE), CNN,Hidayatullah

Baca Juga!

Ribuan Umat Islam Tumpah ruah Bershalawat Bersama Habib Syech di Ponpes Annihayah Karawang

Karawang – Ribuan umat islam dari berbagai penjuru Karawang menghadiri kegiatan tablig akbar yang menampilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *