Bertemu Di Istana Bogor, Alumni 212 Tagih Janji Presiden

KARMET NEWS – Sekedar mereview, saat berlangsung pertemuan antara Presiden Jokowi dengan GNPF Ulama di Istana Negara pada Hari Raya Idul Fitri 1438 H / 2017 hampir setahun lalu, ada kesepakatan bahwa Presiden Jokowi menunjuk dan mempercayakan pada Menko Polhukam Wiranto untuk menghentikan “Kegaduhan Nasional” dan membangun “Dialog Damai” dengan para Ulama dan Aktivis 212, termasuk akan menghentikan kriminalisasi terhadap para Ulama dan Aktivis 212.

Namun faktanya sampai saat ini tak satu pun kasus yang menjerat Ulama dan Aktivis 212 yang dikriminalisasi dihentikan kasusnya dengan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), seperti Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Adnin Armas, H Munarman, KH Muhammad Al-Khaththath, Kivlan Zein, Ahmad Dhani dan Rahmawati Soekarnoputri serta lainnya.

Bahkan sebagian kasus Ulama dan Aktivis 212 alih-alih di SP3 malah justru diangkat ke pengadilan hingga divonis penjara. Terbaru Ustadz Alfian Tanjung, Jonru Ginting, Buni Yani, Habib Haidar BSA dan Asma Dewi serta masih banyak yang lainnya.

Hari Minggu, 22 April 2018 Presiden Jokowi mengundang kembali sejumlah Ulama dan Tokoh 212 ke Istana Bogor, Jawa Barat.

Maka Para Ulama dan Tokoh 212 pun menghubungi Habib Rizieq di Mekkah dan meminta izin untuk memenuhi undangan tersebut.

Baca Juga :

Dinilai Menista Al Qur’an dan Nabi Muhammad, Politisi PSI Guntur Romli Dilaporkan Polisi

Menurut keterangan salah satu peserta pertemuan, Habib Rizieq sesuai karakternya yang tidak anti dialog merestui dengan syarat “Tagih Janji Presiden” dan “Stop Kriminalisasi Ulama dan Aktivis 212” serta sampaikan aspirasi umat Islam secara terus terang.

Hadir dalam pertemuan tersebut diwakili Enam Tokoh yaitu Ketum Parmusi H Usamah Hisyam, Ketum GNPF Ulama H Yusuf Martak, Ketum PA 212 Ustadz Slamet Maarif, Dewan Syuro Adz Dzikro KH Rouhdul Bahar, Sekjen FUI KH Muhammad Al-Khaththath dan Ketum FPI KH Ahmad Sobri Lubis.

Pertemuan berlangsung sejak pukul 12:10 sampai dengan 14:30 WIB, serta tempat di Masjid istana Bogor kemudian berlanjut di ruang kerja Presiden, dan diakhiri dengan makan siang bersama.

Dalam pertemuan ini para Ulama dan Tokoh 212 menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi semua kritik dan saran dengan bahasa yang santun dan ramah.

Presiden Jokowi pun membuka diri dengan mendengarkan semua masukan dan berjanji akan kembali untuk mengambil langkah yang tepat terkait permasalahan yang ada.

Di samping itu, Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut menyampaikan berbagai keluhan seputar aneka tuduhan terhadap dirinya dan sekaligus mengklarifikasinya.

Dari hasil pertemuan terkesan bahwa Itikad baik Presiden Jokowi tidak tersampaikan dengan baik di jajaran bawah yang berwenang. Hal itu terjadi entah karena komunikasi yang tersumbat antara Istana dan jajaran bawah yang berwenang atau memang jajaran bawahnya yang tidak bisa menterjemahkan keinginan baik tersebut atau memang ada agenda lain dari bawahnya.

Menurut sumber informasi terpercaya dari FPI yang tidak bisa disebutkan namanya, Pihak Istana meminta pertemuan tersebut dirahasiakan, namun faktanya justru mereka yang membocorkan hasil pertemuan tersebut.

Rombongan Ulama dan Tokoh 212 tidak diperkenankan membawa HP apalagi kamera atau alat rekam yang lain, karena ada kesepakatan bahwa pertemuan dirahasiakan, namun ternyata diam-diam ditengarai pihak istana mengambil foto dan memviralkan perremuan tersebut, tidak tau apa alasanya.

Dengan demikian bisa jadi pihak istana juga merekam semua isi pembicaraan dalam pertemuan. Sumber dari FPI menyatakan justru kalau isi dialog direkam dan diputar di publik maka Para Ulama dan Tokoh 212 yang hadir akan sangat senang, karena isi pertemuan tersebut adalah berbagai saran dan kritik tegas dan lugas langsung yang disampaikan dihadapan Presiden.

Para Ulama dan Tokoh tidak pernah khawatir tentang pertemuan itu dirahasiakan atau pun dipulikasikan, karena mereka dalam pertemuan tersebut hanya menagih janji dan menyampaikan aspirasi umat serta menyuarakan yang kebenaran.

Andai pun jika diduga pihak istana telah membocorkan isi pertemuan tersebut, justru para Ulama dan Tokoh 212 lebih merasa senang dan lega, sehingga tidak ada beban untuk menyampaikan ke umat tentang seluruh isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut.

Dengan demikian semua permintaan dan saran-saran dari para Ulama sudah disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi. Kini umat Islam menunggu langkah tepat yang akan segera diambil oleh Presiden Jokowi terkait seluruh permasalahan saat ini.

Menyikapi yang demikian rencananya besok, Rabu 25 April 2018 siang para Ulama dan Tokoh yang bertemu dengan Presiden Jokowi akan menggelar Siaran Pers. Sebagaimana disampaikan Humas PA 212 Novel Bamukmin dalam surat undangan peliputan.

“Kami mengundang para wartawan terkait viralnya pertemuan para Ulama dengan Presiden,” demikian singkat disampaikan Novel Bamukmin kepada karawangmetro.com.(Ns)

Baca Juga!

Tugas Gubernur Bukan Hanya Menjaga Keamanan! GPII Karawang dan Jabar Menolak Pati Aktif Rangkap Jabatan di Pemerintahan

KARMET NEWS – Konstelasi politik di Jawa Barat (Jabar) bisa dianggap barometer politik nasional. Bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *