Awas,..! Proyek Pelebaran Jalan Interchange Karawang Barat Membahayakan Pengunna Jalan

KARAWANG – Pelebaran Jalan Interchange Karawang Barat rawan kecelakaan. Kondisinya yang gelap dan minim rambu-rambu lalulintas dikeluhkan oleh pengguna jalan dan warga yang melintas pada saat malam hari. Harapannya, semoga cepat selesai, dan mereka berharap pengembang untuk memasang penerangan dan memberi markah jalan di sepanjang lokasi galian agar pengendara jalan tahu batas aman jalan yang akan dilalui.

Seperti diutarakan Fauzi Ahmad (30) pengguna jalan yang tiap hari mengunakan akses jalan tersebut kepada karawangmetro.com, Kamis (23/11). “Kalau lewat Jalan Interchange Karawang Barat malam hari sangat was-was pak, apalagi kalau hujan sangat licin. Tanah galian membuat bahu jalan jadi licin. Di sisi jalan sama sekali tidak ada lampu penerang jalan. Galian jalan sangat dalam, dan tidak ada markah jalanya, gak kebayang kalau gak hafal jalannya. Sedikit saja berkendara tidak sigap atau meleng dipastikan kendaraanya akan terguling, terperosok ke bawah kubangan galian.

“Kalau diberi lampu penerangan malam hari akan lebih aman dan tidak was-was juga pengguna kendaran roda dua dari ancaman begal. Semestinya diberi lampu pengaman agar nyaman para pengguna jalan. Galian bahu jalan itu dalam itu sangat dalam pak, kalau ada penggendara jalan yang tidak hafal dengan kondisi jalan yang saat ini dalam proses pekerjaan bisa-bisa kecelakaan dan terperosok,” ungkapnya.

Kondisi yang demikian memang benar adanya, ketika tim karawangmetro.com melakukan survey lokasi jalan, keadaan memang gelap, jalan licin dan kubangan lubang galian yang sangat dalam disisi kanan kiri bahu jalan. Apalagi jika dalam keadaan hujan, jalan sangat licin, markah jalan juga tidak ada.

Menanggapi hal tersebut, ungkapan hal senada diungkapkan pengguna jalan lain yang kami coba mintai keterangan. Ramli (24) penguna jalan yang menggunakan motor, pengguna jalan ini tiap hari karena salah satu karyawan di kawasan industri KIM. Keteranganya Jalur Interchange Karawang Barat pada malam hari sangat berbahaya. Ditambah dengan adanya pengerjaan pelebaran jalan yang tengah dikerjakan. Fasilitas keselamatan berkendara yaitu rambu-rambu papan informasi yang mengingatkan pengendara supaya hati-hati, sedangkan untuk penerangan dan markah jalan tidak ada.

“Kalau pagi dan sore hari kemacetan terjadi karena pengguna jalan mesti melambatkan kendaraan lantaran penyempitan jalan yang ada,” ungkap Ramli.

Saya sendiri kurang tahu,kenapa kondisi gelap dan minimnya rambu-rambu lalulintas disekitar lokasi proyek tidak mendapat perhatian serius dinas PRKP yang bertanggung jawab soal marka jalan dan taman.

“Kalau diberi lampu penerangan darurat maka pengendara akan mendapatkan informasi ketika melintas karena tahu batas aman yang dilaluinya, dan mengurangi kecelakan yang terjadi.  Sampai semalam dalam pantuan kami lampu penerang dan batas jalan belum ada.

Sementara, ketika kami mencoba mengkonfirmasi perihal lampu pengaman dan tidak adanya batas jalan agar pengguna jalan lebih aman, tidak ada seorangpun di lokasi proyek yang bisa memberikan jawaban. (AHY/NS)

 

Baca Juga!

Apresiasi Tinggi Diberikan Nitizen Kepada Bupati Karawang Terkait Himbauan “Sholat Berjamaah Di Masjid”

KARMET NEWS, 22/02/2018 –  Beredarnya Surat Edaran Bupati Karawang di sosial media yang berisi himbauan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *