Ahmad Syaikhu

Auditor Negara Yang Nyantri Itu Kini Calon Wkil Gubernur Jawa Barat 2018-2023

KARMET NEWS – Perhelatan pilgub jabar 2018 tahun ini luar biasa seru dan ramai, dimulai dari peta koalisi pengusung calon, sampai dengan penetapan pasangan calon. Salah satu pasangan kejutan yang hadir di Pilgub Jabar 2018 yaitu pasangan “Asyik” (Sudrajat – Ahmad Syaikhu) diusung koalisi partai Gerindra, PKS dan PAN. Setelah kemarin kita berkenalan dengan calon gubernur Jawa Barat 2018 Mayjen ( Purn ) H. Sudrajat, MPA, calon yang syarat dengan prestasi, kali ini tim karawangmetro.com akan membahas tandem pasanganya yaitu Ahmad Syaikhu.

Ahmad Syaikhu dilahirkan di desa Ciledug Kulon Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon pada 23 Januari 1965, putra kelima dari pasangan , K.H Ma’soem bin Aboelkhair, dan Nafi’ah binti Thohir. Jabatan saat ini adalah Wakil Walikota Bekasi. Beliau menikah dengan teman sekampusnya, Lilik Wakhidah. Dari pernikahan itu dikaruniai oleh Allah tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan.

Ustad Syaikhu saya panggil beliau begitu, mengawali pendidikan di SDN Ciledug 3, seiring dengan kepindahan ayahnya sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindanglaut Cirebon, Ia melanjutkan ke SDN Lemahabang 2 hingga lulus. Sekolah menengah pertama dilaluinya di SMPN Sindanglaut Cirebon dilanjutkan ke SMAN Sindanglaut Cirebon, setelah itu beliau memilih masuk  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), di Jakarta, lulus tahun 1985.

Ada yang “unik” dan khas dari sosok yang satu ini, selama mengikuti pendidikan di sekolah negeri sampai tamat SMA, sebagai keluarga keturunan Ulama Cirebon, Ahmad Syaikhu sejak kecil mendalami pendidikan agama Islam dari ayahnya KH. Ma’soem bin Abulkhair, kakaknya dan Kyai-Kyai di Pondok Pesantren Buntet Cirebon. Sehingga walaupun tidak mengikuti jenjang pesantren secara formal, beliau adalah ‘santri’ binaan langsung Kyai Buntet, Cirebon, Jawa Barat.

Sebagai mantan auditor negara dan politisi yang bersih, pendidikan menjadi andalan kehidupan keluarga ini, tercermin dari pendidikan putra-putrinya sebagai berikut; Anak cikalnya, Muhammad Kamil  S-2 Univ. Trisakti jurusan Ekonomi Islam. Selanjutnya, Muhammad Yasir Naufal, jurusan Geofisika Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB. Sarah Karimah, mengambil Teknik Elektro UI. Muthiah memilih jurusan Perbankan Islam pada Syariah and Economic Banking Institute. Izzuddin Hamas masih belajar di Madrasah Aliyah Ponpes Husnul Khotimah Kuningan dan sibungsu Aisyah Wafa Syahidah siswi kelas 3 Sekolah Dasar Islam Terpadu Iqro Pondok Gede, Bekasi.

Ahmad Syaikhu yang pernah menjadi dinas pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Selatan di Palembang dan menjabat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah BPKP Pusat di Jakarta ini, kemudian memilih politik sebagai jalan pengabdian, sehingga Pemilu 2004, terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Untuk itu beliau pensiun dini dari Pegawai Negeri Sipil.

Selama menjadi Anggota DPRD Jawa Barat periode 2009 – 2014, sempat menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, namun seiring dengan proses Pilkada Kota Bekasi 2013, beliau mengudurkan diri dan terpilih Wakil Walikota Bekasi 2013-2018

Ahmad Syaikhu sejak SD sudah aktif dalam kegiatan Pramuka. Di SMP dan SMA, beliau aktif mengikuti dan menjadi pengurus OSIS. Ketika kuliah di STAN, aktivitas organisasi itu salurkan melalui Senat Mahasiswa sebagai Ketua Bidang Kerohanian Islam dan Ketua Masjid Kampus Baitul Maal Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK).

Bersama dengan kawan-kawannya, beliau mendirikan beberapa yayasan. Yayasan Istiqomah Bina Umat (IBU) di Pondok Gede yang bergerak dalam Tahfidzul Qur’an (menghafalkan Al-Qur’an) dan Yayasan Lembaga Amil Zakat Tabung Amanah Umat (LAZ-TAMU) di Pondok Gede yang bergerak di bidang pelayanan sosial dan kesehatan.

Beliau terus mengembangkan ‘social entrepreneur’ dengan mendirikan Yayasan Adzkia di Bekasi Timur yang bergerak di bidang sosial dan ekonomi. Saat ini ia juga aktif sebagai Dewan pengawas Yayasan Islamic Center IQRO’ Pondok Gede, yang merupakan pelopor sekolah Islam terpadu. Selain itu ia juga diamanahi menjadi Ketua Ta’mir Masjid Annur, Yayasan Miftahul Amal Bojong Rawalele Jatimakmur Pondok Gede Kota Bekasi.

Ahmad Syaikhu rutin olah raga jalan kaki, bermain  bulutangkis sepekan dua kali dan menembak untuk menjaga kebugaranya. Sekarang ia dipercaya untuk menjadi Ketua Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia) Cabang Kota Bekasi. Kemampuan menembak diperolehnya saat mengikuti kegiatan pembekalan Konsepsi Nasional bagi Pimpinan DPRD di Lemhanas, bertempat di Sekolah Polisi Negara Lido Sukabumi, di mana beliau ketika itu menempati peringkat pertama dalam menembak.

Demikian riwayat hidup singkat Auditor Negara yang Nyantri, H. Ahmad Syaikhu, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018 -2023 yang kami susun dari berbagai sumber. (Team karmet)

 

 

Baca Juga!

Seruan Panglima LPI : Menangkan Pasangan PAS (Prabowo-Sandiaga), Jadikan Rumah-rumah Laskar Seluruh Indonesia Sebagai Posko Pemenangan

Jakarta – Ijtima Ulama ke-2 telah sukses digelar pada Minggu, 19 September 2018, dan menghasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *