Askun : Tidak Proporsional Dan Profesional Apa Yang Telah Dilakukan Penyidik Terkait Pemanggilan Saya

KARMET NEWS – Terkait masalah Rumah Sakit Paru Jatisari, pada Jum’ at (29/6/2018) kemarin ada surat panggilan dari penyidik Polres Karawang dengan Nomor : B/22094/VI/2018/ Sat Reskrim dengan perihal “Permintaan Keterangan” kepada salah satu Pengacara yang ada di Karawang yaitu, Asep Agustian SH, MH.

Berdasarkan keterangan surat panggilan tersebut, Askun dipanggil penyidik atas dasar Laporan Informasi Nomor :LI/51?V/2018/Reskrim tanggal 19 Mei 2018, tentang adanya dugaan penyalahgunaan dalam pelaksanaan lelang pembangunan Rumah Sakit Paru di Kabupaten Karawang TA 2018 antara PT. AMARTA KARYA (pemenang lelang) dengan panitia lelang.

Setelah diperiksa sekitar satu jam, Askun terlihat keluar dari ruangan penyidik Tipikor Polres Karawang. Menanggapi pemanggilanya, Asep Agustian memberikan keterangan kepada awak media di kantornya yaitu di Galuh Mas, Karawang.

Dalam konferensi persnya kepada awak media, nada pembicaraan Askun terlihat sudah meninggi saat awal konfresi pers.

“Saya dapat panggilan dari penyidik, sebagai warga negara yang baik saya datang, akan tetapi saya sangat kaget, kinerja dari pihak kepolisan dalm hal ini penyidik itu memantau atau mau mencari kesalahan personal orang? Saya ini dipanggil sebagai narasumber media, kalau setiap orang yang jadi narasumber di media dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan maka tidak akan pernah ada orang yang mau untuk menjadi narasumber media,” terang Askun kepada wartawan.

“Saya datang ke Mapolres Karawang. Tapi saya tegaskan kepada penyidik kalau saya tidak akan memberikan keterangan sedikitpun, Saya menolak itu semua. Saya sampaikan dalam hal ini (Rumah Sakit Paru, red) saya tidak ada kaitannya. Saya hanya sebagai narasumber dan praktisi hukum,” tegas Askun.

Siang tadi Askun menanggapi seputar pemanggilanya pada saat kemarin, Menurutnya apa yang dilakukan penyidik tidak Proporsional dan Profesional apa yang telah dilakukan lenyidik, tegasnya kepada karawangmetro, Sabtu (30/06/2018).

Untuk mendapatkan sebuah data merupakan tugas memang tugas dari pihak penyidik, kalau ada pelapor pihak penyidik bisa menggali informasi tambahan dari si pelapor tersebut.

Dulu memang kita (BARAK, red) mau melapor tetapi kan tidak diterima laporan tersebut. Sudah mau kita melaporkan akan tetapi ditolak oleh bagian SPK Polres Karawang pada waktu itu. Dengan segala “tektek bengek” sarannya, ya alur tersebut sudah kita ikuti. Anehnya kok sekarang tiba-tiba saya dipanggil sebagai narasumber yang harus memberikan keterangan ke penyidik, ini sesuatu yang aneh. Melihat seperti ini saya kecewa,” pungkasnya.(Ns).

Baca Juga!

Seruan Panglima LPI : Menangkan Pasangan PAS (Prabowo-Sandiaga), Jadikan Rumah-rumah Laskar Seluruh Indonesia Sebagai Posko Pemenangan

Jakarta – Ijtima Ulama ke-2 telah sukses digelar pada Minggu, 19 September 2018, dan menghasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *