Gambar SC Terkait Peristiwa Ansor Dan Banser Saat Menyanyikan Lagu Yaa Lal Wathan Saat Ibadah Umroh Yang Dianggap Tidak Tepat Waktu Dan Tempatnya

Akankah Berlanjut Protes Arab Saudi Terkait Ansor Dan Banser Yang Menyanyikan Lagu Yaa Lal Wathan Saat Ibadah Umroh?

KARMET NEWS, 02/03/2018 – Boleh jadi, Indonesia adalah salah satu negara yang rakyatnya selalu menjunjung tinggi nasionalisme di mana pun ia berada, tak terkecuali saat berhaji atau berumrah. Nasionalisme luar biasa yang pada titik tertentu, justru akan bikin orang geleng-geleng kepala karena tidak pas waktu dan tempatnya.

Video para anggota Ansor dan Banser saat menyanyikan lagu Yaa Lal Wathan ini diposting oleh politisi PSI, Guntur Romli di Twitter ahkirnya mengundang polemik dan protes keras dari Arab Saudi.

“Selain bacaan-bacaan saat Sai, Jamaah Sorban (anSOR BANser) juga gelorakan Ya Lal Wathan…Indonesia biladi… Indonesia Negeriku… di Masjidil Haram Makkah,” begitu cuit Guntur Romli.

Kejadian ini sontak langsung mengundang banyak perdebatan ahkir-ahkir ini. Bahkan MUI pun sampai ikut angkat suara menanggapi peristiwa aneh ini.

“Yang penting melakukan jalan tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa. Cuma yang lebih afdal dan sesuai dengan ibadah itu mengucap zikir dan doa serta tak mengganggu orang lain yang sedang beribadah dengan suara kerasnya,” Kata Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis.

Menurut Cholil, sebaiknya, dalam menjalankan ibadah umrah, dia mengimbau masyarakat untuk khusyuk, berzikir, dan menghindari banyak publikasi agar dijauhkan dari sifat pamer atau riya.

Seperti diketahui, dalam video yang diposting oleh Guntur Romli tersebut, tampak banyak jamaah Ansor dan Banser yang merekam ibadah sa’i mereka. Beberapa bahkan sampai ada yang menggunakan tongsis untuk merekam hal tersebut, entah apa maksudnya.

Akibat insiden ini, pihak Arab Saudi disebut melayangkan protes kepada KBRI Riyadh. Protes dilayangkan terkait sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tengah menjalankan ibadah sa’I yang nyeleneh tersebut.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel pun menyayangkan terjadinya aksi tersebut. Ia mengimbau kepada seluruh WNI yang sedang berkunjung ke Arab Saudi agar mematuhi peraturan dan norma yang berlaku di negara tersebut dan menghormati jama’ah negara lain.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang keras segala bentuk upaya yang mempolitisasi umrah dan haji,” terang Agus Maftuh melalui keterangan pers yang ia tulis.

Yah, semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa dalam mengekspresikan rasa cinta tanah air juga ada aturannya dan wajib menghargai kedaulatan Negara lain.

Jangan sampai lagu Yaa Lal Wathan yang sangat indah maknanya itu menjadi tidak pantas hanya karena dinyanyikan secara waton (sembarangan). Tidak pas waktu dan tempatnya. (Ns)

 

Baca Juga!

Seruan Panglima LPI : Menangkan Pasangan PAS (Prabowo-Sandiaga), Jadikan Rumah-rumah Laskar Seluruh Indonesia Sebagai Posko Pemenangan

Jakarta – Ijtima Ulama ke-2 telah sukses digelar pada Minggu, 19 September 2018, dan menghasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *