Konfresi prees Srikandi ACTA yang digelar di Dunkin Donuts Jl. HOS. Cokroaminoto No.94, RT.2/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat

Adakah Korelasi Peristiwa CFD 29 April 2018 Dengan Upaya Kriminalisasi dan Intimidasi Tehadap Kelompok Pemakai Kaos dan Atribut #2019 Ganti Presiden???

KARMET NEWS – Mewabahnya gerakan kaos dan atribut  #2019Ganti Presiden ternyata membuat beberapa kalangan menjadi panik. Dampak dari kepanikan tersebut menimbulkan beberapa efek yang kurang sehat dalam kehiduban berbangsa dan bernegara di alam demokrasi saat ini. Dibeberapa daerah terjadi tindakan intimidasi dan upaya kriminalisasi terhadap kelompok maupun perorangan yang mengenakan kaos dan atribut #2019Ganti Presiden yang sejatinya dinyatakan sah secara konstitusi, dan pihak keamanan pun sebenarnya sudah menyatakan tidak ada yang boleh melarang terhadap hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto

“Tidak pernah, tidak pernah. Hoax kali itu,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto.

Ia malah bertanya balik, dari mana sumber informasi yang menyebutkan Polri mendatangi para produsen dan penjual baju kaos dengan tagar 2019 Ganti Presiden.

“Tidak ada larangan. Tidak ada. Tidak benar itu. Kabar itu dari mana? Siapa yang melarang dan kapan?,” tanya Setyo,sebagaimana dilansir indopos.com.Senin (23/4).

Baca Juga :

Laskar FPI Karawang Tangkap Penghina Habib Rizieq dan Pelaku Diserahkan Ke Pihak Kepolisian

Menanggapi banyaknya upaya yang diduga sebagai kriminalisasi dan intimidasi yang terjadi kepada pemakai atribut #2019Ganti Presiden Srikandi ACTA menanggapinya dalam konfresi prees yang digelar di Dunkin Donuts Jl. HOS. Cokroaminoto No.94, RT.2/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat, dan berikut adalah releasenya  yang di sampaikan oleh jubir Srikandi ACTA, Nurhayati S.ag.,S.H.,MBA.M.H

“Yang pertama terkait peristiwa di CFD 29 April lalu ke polisi dengan pasal 335 dan pasal 170 KUHP. Kami memandangnya pelaporan tersebut sangat dipaksakan, karena sebagaimana kita tahu dalam peristiwa tersebut tidak ada ancaman dan kekerasan. sedangkan pasal 335 batasanya sangat sempit yakni pidana pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. sedangkan terkait pasal 170 KUHP, yaitu korban menimbulkan luka-luka dan hancurnya barang, terangnya.

Sikap Srikandi ACTA yang kedua adalah, seminggu setelah terjadi peristiwa CFD 29 April 2018 terjadi pelarangan terkait pemakaian antribut #2019 Ganti Presiden yang hampir merata di berbagai daerah, di Jakarta orang yang memakai atribut tersebut dilarang masuk kawasan CFD dengan alasan Pergub Nomer 12 tahun 2016.  Padahal kaos terebut bukanlah atribut dari partai politik, tidak mendiskriditkan SARA dan tidak bersifat menghasut. Tetapi anehnya, kaos pengumpulan sejuta KTP untuk Jokowi di biarkan yaitu pada tanggal 22 april 2018. Buntut dari kejadian tersebut  ahkirnya pelarangan atribut #2019 Ganti Presiden merembet ke daerah lain, seperti medan dan bandar lampung.

Melihat hal yang demikian, patut diduga ada upaya kriminalisasi dan intimidasi terhadap kelompok atau orang yang mengenakan atribut #2019Ganti Presiden yang dilakukan secara sistimatis dan terencana. Kami melihatnya insiden yang terjadi di CFD 29 April 2018 terkesan di desain untuk menjadi legal standing atau alasan untuk pembenaran pelarangan apapun terkait atribut yang ada hubunganya denagn #2019Ganti Presiden.

Berdasarkan rangkain kejadian diatas maka kami Srikandi ACTA menolak keras terhadap intimidasi dan kriminalisasi terhaddap pemakaina kaos dan atribut #2019 Ganti Presiden. Kepada penegak hukum kami serukan untuk bersikap netral dan dan tidak memihak, tidak menjadi alat kekuasaan serta membatasi diri dan hanya bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku, tegas jubir srikandi ACTA Nurhayati S.ag.,S.H.,MBA.M.H.

Sementara itu anggota ACTA yang lain Ust Novel Bamukmin, Selasa (08/05/2018), ikut menyoroti peristiwa intimidasi dan upaya kriminalisasi terhadap kelompok atau perorangan yang mengenakan kaos maupun atribut #2019Ganti Presiden yang ahkir-ahkir ini marak terjadi. Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum maupun pemerintahan adalah betul-betul menghancurkan kebebasan berexspresi dan mencidrai kehidupan berbangsa dan bernegara di alam demokrasi saat ini yang telah di jamin undang-undang.

“Bahwa saya melihatnya intimidasi dan upaya kriminalisasi yang terjadi terhadap pemakai kaos dan atribut #2019 Ganti Presiden betul-betul menghancurkan kebebasan berexspresi seseorang yang positif dan di lindungi oleh undang-undang dan HAM, dan saya mempertanyakan kenapa bisa terjadi perbedaan sikap yang dilakukan oleh aparat hukum dan pemerintahan terhadap pemakai kaos dan atribut yang menggunakan tagar lain. Maka dari hal tersebut kami ‘menduga’ ada upaya untuk kriminalisalsi dan upaya intimidasi yang dilakukan secara sistimatis oleh kelompok atau orang yang ingin melangengkan kekuasaanya, dan sebagai upaya legalitas dari intimidasi dan kriminalisasi terhadap pemakai kaos dan atribut #2019 Ganti Presiden, kami mencurigai peristiwa CFD 29 April 2018 adalah salah satunya, pungkasnya. (Ns)

Baca Juga!

Tokoh Koalisi Keumatan Bertemu, Nampak Prabowo Dan Anies Baswedan Serta Amien Rais

KARMET NEWS – Haflah Idul Fitri 1439 H bertempat di Aula Masjid Al-Furqon – Gedung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *