8 Korban Salah Tangkap Ahkirnya Bebas, Sempat Merasakan Jeruji Besi Dan Akan Tuntut Balik Polisi

KARAWANG – Delapan korban salah tangkap dalam kasus pembunuhan seorang pemuda di Desa Walahar, Klari bernama Sahrul Budiman, pada tahun 2015 silam menggugat negara dalam hal ini Polisi dan Jaksa untuk ganti rugi setelah dinyatakan bebas dan tidak terbukti bersalah.
Gugatan ini setelah Pengadilan menguatkan putusan bebas kedelapan orang yang dituduh sebagai pelaku tersebut.

Yang membuat persidangan dan hakim memutuskan kedelapan orang tersebut tidak bersalah adalah pada saat itu, penyidik mengatakan bahwa kedelapan orang yang dituduh pelaku pembunuhan ini terekam CCTV Bendungan Walahar, namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata CCTV di sekitar Bendungan Walahar semuanya dalam kondisi mati dan hasil rekaman tidak ada.

“Selain itu berdasarkan hasil persidangan tidak ditemukan sidik jari kedelapan orang ini dalam alat bukti yang dihadirkan seperti dalam obeng dan barang lain, hal itulah yang membuat hakim yakin kedelapan orang tersebut bukan pelakunya,” ungkap Pengacara kedelapan korban salah tangkap, Aneng Winengsih, kepada karawangmetro.com usai menghadiri sidang gugatan di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (12/10).

Aneng menjelaskan, kedelapan kliennya tersebut merasa dirugikan akibat jadi korban salah tangkap. Dan ditahan dengan disangkakan melakukan persekongkolan jahat menghabisi nyawa korban.

Ahkirnya setelah dibuktikan di pengadilan, sangkaan itu tidak berdasar, sesuai barang bukti dan keterangan saksi-saksi. Akhirnya kedelapan orang ini divonis bebas dan telah berkekuatan hukum tetap oleh hakim setelah setahun lebih meraskan jeruji besi.

Berdasarkan keterangan dari salah satu korban salah tangkap, FR mengatakan, selain dipaksa untuk mengakui telah melakukan perbuatan pembunuhan tersebut, dia bersama rekannya disiksa oleh oknum polisi.

“Waktu itu saya dipaksa suruh ngaku. Padahal saya sudah bilang tidak membunuh tapi mereka (polisi) tidak percaya,” ungkap FR di depan Majlis Hakim.

Sementara itu, kasus tersebut akan terus berlanjut. Kuasa hukum korban salah tangkap berjanji akan mengawal kasus kliennya tersebut sampai tuntas.

“Kami berharap ada keadilan dalam kasus ini,” ujar Aneng Winengseh pengacara yang mengenakan kerudung tersebut. [AHY/NS]

Baca Juga!

Setelah Kasusnya Viral Hitler Nababan Sulit Ditemui, Laskar FPI Karawang Terus Melakukan Pencarian

KARMET NEWS – Hitler Nababan salah seorang anggota DPRD Karawang dari Fraksi Demokrat yang dikabarkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *