​Tolak Alih Fungsi Rumah Menjadi Gereja

Karawang, Karmet News –

Massa menolak penggunan rumah pribadi yang beralih fungsi menjadi tempat ibadah gereja di Sari Asih, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Masyrakat meminta agar aparat dan pejabat setempat menutup tempat ibadah yang demikian karena tidak berijin serta meresahkan warga sekitar dengan aktifitas yang di lakukan. Menurut keterangan warga yang beribadah di gereja tersebut kebanyakan bukan warga sekitar melainkan dari daerah lain.

Harus dihentikan selama belum ada ijin dari pemerintah setempat dan mendapat persetujuan dari warga sekitar seperti yang tertuang dalam peraturan bersama (SKB III Mentri), yaitu syarat untuk mendirikan ijin bangunan menjadi tempat ibadah.

Berdasarkan pantauan Karmet News, masa dari berbagai lintas ormas dan lapisan masyrakat semakin ramai memadadati tempat yang di sinyalir menjadi alih fungsi dari tempat tinggal biasa menjadi gereja tersebut.

Pejababat setempat serta keamanan berinisiatif untuk memfasilitasi warga untuk berdialog di Kecamatan dalam hal menyelesikan masalah ini. Saat dengar audensi masa menuntut agar kepolisian segera menyegel bangunan gereja yang masih digunakan untuk tempat kebaktian tersebut,  serta menghentikan segala aktifitasnya karena telah melanggar kesepatan bersama tahun 2015 silam.

“Kita sekarang sedang mediasi, menunggu petugas menyegel tempat tersebut, saya tekankan disini kami menolak dengan tegas, Ungkap ketua MUI setempat K.H Endam Damhuri kepada team Karmet News (13/06)”.

Sementara itu, dari hasil mediasi disepakati perwakilan dari masyrakat dan aparat setempat dengan menghadirkan perwakilan pihak dari gereja untuk menghentikan semua aktifitas kebaktian.

Diluar terlihat ratusan masa gabungan memenuhi sekitar gedung kecamatan yang menjadi tempat mediasi, dari pantuan terliahat Ormas FPI, LSM Kompak, Laskar Macan Kumbang dan element masyrakat sekitar yang ikut menyaksikan proses tersebut.

Liputan:Opik/Ns

Baca Juga!

LSM Sepetak Nilai Pernyataan Bupati Cellica Soal Rekrutmen Tenaga Kerja Dianggap Rasis

KARAWANG- LSM Sepetak menilai kurang tepat dan berbau rasialisme ungkapan Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *