ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) Kecam Tindakan Biadap Yang Dilakukan Pemerintah Cina Terhadap Muslim Uighur

Karawang – Pemerintah Indonesia didesak untuk mengambil langkah membela Muslim Uighur yang menghadapi sikap keras dari pemerintah Cina. Menyikapi hal tersebut protes dilakukan di hampir merata di berbagai daerah dan ibu kota Jakarta.

Lembaga internasional, PBB bersama lebih dari 12 negara menyerukan agar Beijing mengakhiri penanganan massal terhadap etnis Uighur di Xinjiang. PBB juga telah meminta pemerintah Cina untuk membuka akses langsung ke Xinjiang. Tujuan kunjungan itu untuk memverifikasi laporan pelanggaran HAM yang dilakukan Cina terhadap etnis minoritas Muslim di Xinjiang.

Akan tetapi besarnya desakan dari dunia internasional tersebut tidak mengubah sikap Cina. Laporan dari berbagai lembaga yang menyatakan kondisi HAM memburuk di Xinjiang ditolak oleh Cina.

Menyikapi hal tersebut, ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang ) yaitu presidium ormas Islam yang terdiri dari 34 ormas tergabung didalamnya mengeluarkan sikap mengecam tindakan biadab tersebut. Dan berikut adalah pernyataan ASPIKA disampaikan oleh Irwan Taupik kepada karawangmetro.com, Rabu (19/12/2018).

“PBB dan International Convenant on Social and Political Rights telah menegaskan adanya kebebasan beragama bagi segenap manusia. Maka muslim Uighur pun yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang memiliki hak dan kebebasan sama dalam menjalankan ajaran agamanya,” terang Irwan.

Secara khusus, Ketua Presedium ASPIKA ini meminta Pemerintah Indonesia untuk bersuara menyampaikan keinginan umat Islam yang ada Indonesia, yaitu dengan bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah RRT (China) membela nasib umat Islam di sana, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk bersikap keras terhadap masalah ini” tegasnya

Kepada umat Islam di karawang, Irwan mengimbau untuk menyalurkan atau mengelar aksi kemanusian sebagai suara umat islam yang peduli terhadap saudaranya. hal ini dirasa perlu dilakukan untuk memberi dorongan kepada pemeintah, baik pemerintah kabupaten karawang maupun pemerintah Indonesia agar ikut bersama-sama menyuarakan keperihatinan suara umat islam untuk saudaranya di Uighur.

“Kami saat ini koordinasi dengan berbagai element umat islam untuk mengambil langkah selanjutnya terkait masalah ini, tunggu saja dalam waktu dekat akan kita sampaikan hasilnya. Mungkin bisa berupa aksi demostrasi besar-besaran sebagai wujud keprihatianan, atau juga bisa berupa kegiatan sosial peduli Muslim Uighur, pungkasnya.(ns).

Baca Juga!

Jika Pemkab Karawang Tak Jalankan Rekomendasi Kesepakatan Para Pihak, ASPIKA Bakal Gelar Aksi Turun ke Jalan

KARAWANG, 16/09/2019 – Diskusi publik Pro dan Kontra Goyang Karawang yang diselengarakan pada hari Jum’at …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com