Sukmawati Soekarno Putri

Akan Dilaporkan ke Bareskrim oleh FUIB dan KORLABI, Sukmawati Bersikukuh Tidak Mau Minta Maaf Pada Umat Islam

KARMET NEWS –  Dianggap menyinggung umat Islam dan menghinakan syariat Islam, Forum Umat Islam Bersatu (FUIB),  Kamis (050/4/2018), akan melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Puisi tendensius yang dibacakan adik Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di acara event Indonesian Fashion Week 2018 di Jakarta Convention Centre, Jakarta Pusat, sangat kental nuansa terkandung unsur SARA berupa penistaan terhadap agama Islam.

“Puisi  tersebut sangat menyinggung  umat Islam, dimana terdapat  beberapa kalimat yang mengandung unsur SARA,” jelas Ketua Umum FUIB Rahmat Himran, Selasa (03/04/2018) melalui pesan WhatsApp.

Maka dengan ini kami dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) bermaksud  akan melaporkan Sukmawati  Soekarno secara  resmi di Bareskrim Mabes Polri pada Kamis, 5 April 2018 pukul 13:00 WIB (ba’da sholat zuhur),” terang Rahmat.

Baca Berita Terkait :

Dianggap Lecehkan Syariat Islam dan Cadar, Sukmawati Akan Dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri Oleh KORLABI

Sebelumnya, puisi Sukmawati itu juga dipersoalkan jubir  Persaudaraan Alumni 212 yang juga menjabat sekjen KORLABI, Novel Bamukmin SH.

“Kami dari KORLABI akan memperkarakan perkara ini, langkah hukum yang akan kami ambil yaitu dengan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” terang Novel. Dengan melihat konteksnya, kami akan melaporkan yang bersangkutan dengan Pasal penghinaan Agama, Pasal 156a KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara, jelasnya, Senin (02/04/2018).

Terkait perkara atas puisi buatannya yang kini menuai masalah tersebut, Sukmawati membantah telah menghina atau mendiakreditkan Islam.

“Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita. Saya budayawati, saya menyelami bagaimana pikiran dari rakyat di beberapa daerah yang memang tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, di Bali dan daerah lain,” katanya, Senin (2/4/2018).

Sukmawati mengatakan apa yang dia sampaikan di puisi itu merupakan pendapatnya secara jujur.

“Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati,” ujar Sukmawati.

Ia pun mempersilakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan dipilih yang suaranya merdu, enak didengar, sebagai panggilan waktu untuk salat.

“Kalau tidak ada, akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu,” tegasnya di acara televisi lewat tanggapan tertulisnya.(Ns-Zar)

 

Baca Juga Berita Menarik Lainya :

Ust Arifin Ilham : Sudrajat-Syaikhu Paling Tepat Pimpin Jawa Barat, Meraka Pemimpin Sholeh!

Penting!! Ketahui Indeks Massa Tubuh Untuk Mengetahui Status Gizi Kita Saat Ini

 

Baca Juga!

Ust Novel Tanggapi Pernyataan Ketua PSI Yang Tolak Perda Syariah Dan Perda Injil, Usul PSI Dibubarkan Saja

Jakarta – Tokoh nasional Ust Novel Bamukmin, geram dengan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com